Ternyata Kenal, Di Pepet Dan Di Pukuli, RS, Mengalami Bengkak Pipi Sebelah Kiri

0
198

Tanjungpinang, NAWACITAPOST – Pemukulan terhadap salah seorang wartawan (Indeph) awalnya tak di kenal, setelah buka helm dan masker ternyata kenal oleh orang tak di kenal, di Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Senin (9/3/2021).

Baca JugaGubernur Kepri Ansar Ahmad Surati Walikota Soal Wawako, Ashadi Selayar, Klo Mau Punya Wakil Segera Kirimkan Nama Ke DPRD

Wartawan tersebut atas nama Rizal Saragih, beliau mengalami kerugian besar atas kejadian itu, motor rusak dan mengalami bengkak di sekujur tubuh, salah satunya pipi sebelah kiri,

Tiba tiba saya di pepet, lalu motor saya di tendang hampir terjatuh dan reflex motor terhenti, orang tersebut datangi saya lalu membuka helm dan maskernya setelah itu tiba tiba dia melayangkan pukulan bertubi tubi terhadap saya sehingga badan dan pipi sebelah kiri saya bengkak/biru,”ucap Rizal saat di temui di kediamannnya di jalan seijang.

Dia menjelaskan, saat kejadian sempat heboh kerena warga tempatan pada keluar dan melihat untuk melerai kami, sehingga lalu lintas pun sempat terganggu, setelah kami di lerai, pelaku membuka helm dan membuka masker ternyata kenal tutur dia, Inisial TL dan berbahasa terhadap saya “kalo di tempat sepi saya matikan kau”.

TL ini merupakan salah seorang pelaku usaha Gelanggang Permainan (Gelper) yang sengat di kenal Warga Masyarakat Kota Tanjungpinang, atas kejadian ini menjadi tanda tanya besar bagi kita dan warga, dan ini sangat berbahaya atas tindakan TL tersebut.

Apakah kejadian yang telah menimpa RS ada kaitannya dengan Gelper?

Dengan adanya kalimat seperti itu, Rizal merasa terancam sehingga beliau membuat laporan di Polres Tanjungpinang, dengan laporan polisi Nomor :STTLP/25/III/2021/KEPRI/SPKT-RES TPI Tertanggal 9 maret 2021.

Setelah itu, Anggota Polres Tanjungpinang langsung bawa dan menggiring ke rumah sakit propinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib, jln km 8, untuk berobat dan di visum

Atas peristiwa ini RS meminta Keadilan, sesuai dalam pasal 27 ayat 1 UUD 1945 bahwa semua warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan, makna equality before the law di temukan di hampir semua konstitusi negara. Inilah norma yang melindungi hak asasi warga negara.kesamaan di hadapan hukum berarti setiap warga negara harus di perlakukan adil konstitusional dengan nilai keadilan yang harus di wujudkan dalam rasa nyaman dan aman setiap warga negara, karena negara indonesia adalah negara hukum maka setiap warga negara di larang melakukan kesewenang-wenangan kepada siapapun.

Beliau mengatakan Kejadian ini semuanya di serahkan kepada pihak yang berwajib/polisi, dan berharap Laporannya segera di tindak lanjuti.

Selain itu perbuatan memukul orang lain pada pokoknya merupakan tindak pidana penganiayaan yang di atur dalam pasal 351 kitab undang undang hukum pidana (KUHP) yang berbunyi penganiayaan di ancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda paling banyak empat ribu lima ratis rupiah.

(Yosdarson Daeli)