Fatayat NU Surabaya Bangkitkan Ekonomi Paska Pandemi

0
111
Foto Camelia Habiba ketua PC Fatayat NU kota Surabaya saat Launching produk UMKM Fatayat NU Surabaya, Kamis (4/3/21) pagi

Surabaya NAWACITAPOST – Tidak hanya sebagai Organisasi Pemuda Keagamaan, PC Fatayat NU Surabaya akan sekaligus memerankan dirinya sebagai Organisasi strategis yang mampu menampung banyak profesional serta siap menjadi motor pembangunan dan kebangkitan Ekonomi terlebih dalam situasi pandemi.

Hal ini dipastikan oleh Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, saat gelaran Launching produk UMKM Fatayat NU kota Surabaya, Kamis (4/3/21)

” Kita hadir untuk menjadi penentu nasib, bukan peminta nasib. Nasib kita dan Nasib masyarakat,” tegas Habiba.

Wakil ketua Komisi A DPRD Surabaya ini juga menegaskan bahwa Fatayat NU juga menjadi Benteng Ulama dan NKRI layaknya organisasi sayap NU yang lain. Terlebih, Fatayat NU hadir untuk menjadi pengayom dan penyelamat serta model kepemimpinan pemuda masa depan

” Melalui program OROP, Fatayat NU Surabaya siap bersinergi dengan Pemerintah Kota dalam membangkitkan ekonomi masyarakat paska Pandemi,” terangnya.

Habiba menjelaskan, program One Ranting One Produk atau yang biasa disebut OROP merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi yang diluncurkan oleh PC Fatayat NU kota Surabaya.

” Saat ini sudah ada 17 Kecamatan di Surabaya yang memiliki Potensi UMKM. Baik dari produk makanan, handycraf (kerajinan tangan, red) hingga jasa rias pengantin dan penjahit,” ungkapnya kembali.

Lebih lanjut, anggota DPRD perempuan dari Fraksi PKB menambahkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini adalah salah satu program prioritas dari Sahabat SEKAWAN PC Fatayat NU Surabaya dalam upaya membangkitkan Ekonomi paska pandemi.

Kedepan, Habiba bersama Fatayat NU Surabaya akan segera melakukan pelatihan pelatihan dalam hal Packaging (kemasan, red) dan pemasaran atau marketing kepada para kader. Bahkan harapannya dapat memfasilitasi pembuatan market place digital atau biasa dikenal dengan sebutan Online shop.

” UMKM Sahabat SEKAWAN,.. Manis,.. Barokalloh,” selorohnya. (BNW)