Pekalongan Barat Sigap Sikap Kampung Tangguh, Pemerintah Kota Dukung Penuh

0
75
Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf dalam membuka kelanjutan Kampung Tangguh

Pekalongan, NAWACITAPOST – Forkopimcam Pekalongan Barat sigap sikap untuk pelaksanaan Kampung Tangguh. Pemerintah Kota pun mendukung penuh. Dinamai  Kampung Tangguh Barat Rahat. Hal itu terlaksana pada (03/03/2021) yang dibuka langsung oleh Wali Kota Pekalongam H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf). Adapun dua Kelurahan untuk mengawali yaitu Podosugih dan Medono. Yang menarik adalah Nestle tertarik untuk bekerja sama dalam kegiatan Kampung Tangguh.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Bejo selaku Interceptor Penanggung Jawab menyampaikan ke Nawacitapost. Bahwa Kampung Tangguh sebelumnya merupakan program yang dibuat oleh Polri. “Itu adalah program yang dibuat oleh Polri. Awalnya program dibuat Polri. Nah untuk Nestle ini kami tap in di program yang sudah ada dipegang Polri. Yaitu namanya Kampung Tangguh. Nah kalau dari Nestle sendiri acaranya Nestle Batita. Jadi kalau digabung ke program ini namanya Nestle Batita Kampung Tangguh,” ungkapnya.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Lantas Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu, SE, MH mengatakan. Bahwa Kampung Tangguh dilaunching di awal untuk dua tempat yaitu Medono dan Podosugih untuk mengatasi Covid 19. “Untuk Kampung Tangguh ini memang kita sudah launching itu untuk 2 tempat. Ada di Medono dan ada di Podosugih. Maksudnya Kampung Tangguh ini agar bisa mengatasi Covid 19 yang saat ini memang di setiap tempat itu pasti ada yang terpapar,” ucapnya.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Kapolsek pun menambahkan bahwa dengan adanya Kampung Tangguh, siapa saja terpapar Covid 19 bisa mengatasinya sendiri. “Sehingga bisa diatasi oleh orang itu sendiri. Jadi mandiri, tidak panik, bisa diatasi warga sendiri dan tidak terisolisir. Jadi dia bisa diisolasi di tempat yang sudah ditentukan. Kemudian terkait kegiatan ini disana juga ada ketangguhan kesehatan. Itu memberikan obat dan sebagainya,” katanya.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

“Kemudian untuk batita dari Nestle ini korelasi kita untuk bisa masuk pada balita yang masih dibawah umur. Dengan adanya susu nutrisi yang lebih baik untuk generasi kita nanti, itu sangat luar biasa kami sambut untuk Kampung Tangguh. Kalau untuk Kampung Tangguh sudah kita tambah.  Ada Mall Tangguh, ada Swalayan Tangguh, ada Stasiun Kereta Api Tangguh, ada juga Pasar Tangguh, itu sudah kita buat. Ada juga Sekolah Tangguh akan kita buatkan juga. Siapa tahu nanti ini terbuka juga untuk pelajar,” lanjut Willer.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Willer pun memaparkan bahwa untuk hal – hal berbau tangguh ini tidak sembarang saja. Adapun ketentuan yang harus dipenuhi. “Memenuhi prokes dipenuhi. Dari mulai cuci tangan, hand sanitizer,  kemudian harus wajib pakai masker dan seterusnya. Harapannya tidak ada lagi yang terpapar dan bisa ditekan seminimal mungkin. Kemudian kalau ada yang terpapar bisa diatasi secara secepatnya,” tukasnya.

Foto : Kegiatan pembukaan Kampung Tangguh

Lantas Wali Kota Pekalongan pun memberikan keterangan. Bahwa Kampung Tangguh sebelumnya diadakan oleh Kapolda. Lalu dia bersyukur bahwa ada kelanjutannya. Menurutnya, Kampung Tangguh di Kecamatan Pekalongan Barat yang diawali di Podosugih dan Medono sangat luar biasa. Diketahui bahwa Pekalongan menjadi nomor dua dalam angka penyebaran Covid yang paling sedikit. Tentunya dia menegaskan bahwa konsistensi tetap menjalankan protokol kesehatan sangat penting supaya bisa diminimalisir lagi.

Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf

“Ya ini kan Kampung Tangguh, meneruskan Kampung Tangguh yang sudah diadakan oleh Kapolda. Pada waktu itu diresmikan oleh Pak Kapolres beserta jajarannya. Ini ada kelanjutan. Alhamdulillah kita dapat dukungan dari PT. Nestle untuk Kampung Tangguh Barat Rahat. Ini penyemangat buat teman – teman. Alhamdulillah juga situasi dan kondisi Covid di Kota Pekalongan memang yang sudah berkurang. Tetapi ini jangan menjadi patokan kita untuk lalai menerapkan protokol kesehatan.  Jadi protokol kesehatan tetap wajib kita jalankan,” imbuh Wali Kota.

Foto : Wali Kota Pekalongan Aaf dalam membuka kelanjutan Kampung Tangguh

Lalu Wali Kota pun menerangkan bahwa sekarang sudah menjadi 5 M untuk protokol kesehatan. “Dan sekarang bahkan sudah 5 M ya. Ini yang harus tetap kita jalankan. Vaksinasi lansia akan kita prioritaskan untuk vaksin yang tahap ketiga di bulan Maret. Terutama untuk pensiunan dan segala macam. Bahkan untuk masyarakat pun kalau mau monggo bisa mendaftar ke Dinas Kesehatan,” tandasnya.

BACA JUGA:

Camat Pekalongan Barat M. Taufiqu Rochman pun juga angkat bicara terkait Kampung Tangguh Barat Rahat. Kegiatan dinilai sangat penting sebab pandemi Covid 19 memang sangat mengkhawatirkan. Terlebih dalam gizi yang diperlukan oleh anak – anak. Oleh karenanya diupayakan Forkopimcam bersama Pemerintah Kota dan Polri bersinergi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Nestle, Persit, TP PKK dan Bhayangkari. Sebelumnya pun telah dilaksanakan posko siaga Covid 19 sebagai langkah awal.

BACA JUGA: Petarung Bebas Mantili Gea, Wujud Yasonna Laoly Support Penuh Putra Putri Ono Niha

“Kampung Tangguh itu sebenarnya kelanjutan dari ketika pandemi kan Pemerintah Pusat menetapkan pandemi Maret 2020. Kemudian sebenarnya di Kota Pekalongan itu setiap kelurahan, kecamatan itu mendirikan posko siaga Covid 19. Itu untuk pelayanan terkait penyemprotan. Kemudian ada wadah yang positif dan lain sebagainya. Setelah itu berjalan program dari Kepolisian. Kalau di Jawa Tengah namanya Kampung Tangguh Nusantara Candi disingkat KTNC,” jelas Camat.

BACA JUGA: Ternyata! Wali Kota Bekasi Pepen Pernah Jalani Pahitnya Hidup

Adapun Camat mengatakan bahwa Wali Kota yang langsung meresmikan dua wilayah Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Barat untuk pelaksanaan Kampung Tangguh Barat Rahat. “Kemudian untuk Barat itu yang disampaikan oleh Pak Wali, diresmikan di Barat itu ada 2, di Kelurahan Podosugih dan Medono. Tepatnya kalau di Podosugih itu RW 9 Perumahan Podosugih. Kalau Medono itu di Perumahan Binagriya. Kemudian berlanjut menjelang akhir tahun itu ada yang namanya Jaga Tangga yang dari Provinsi,” terangnya.

BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?

“Sebenarnya secara garis besar, kesemua sama.Terus awal tahun ini kan namanya PPKM Mikro. Yaitu bersama – sama bagaimana caranya dengan Sumber Daya yang ada di lingkungan itu untuk menangani pandemi Covid 19. Itu kan ketika kemarin akhir tahun dari Provinsi itu ada penilaian. Dari 35 Kabupaten Kota itu Jaga Tangga itu ada penilaian. Terus kemudian disana Pekalongan Barat itu termasuk 6 besar tingkat Provinsi. Kemudian dari situ, ada produk Nestle. Lihat berita dari media, lalu menghubungi kami untuk bekerja sama kelanjutan Kampung Tangguh itu,” imbuh Taufiqu.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Taufiqu pun mengatakan bahwa produk Nestle lebih menyasar pada batita dan balita. “Produk Nestle itu yang disasar anak batita dan balita dalam rangka stunting. Stunting itu menjadi salah satu fokus program kegiatan. Baik di Pemerintah Kota maupun Provinsi itu memang harus kita benar – benar fokus. Kampung Tangguh Barat Rahat adalah salah satu kelanjutan bagaimana khususnya di Pekalongan Barat terkait pandemi Covid 19 kita kolaborasikan dengan program yang memang harus kita laksanakan mengenai stunting,” tambahnya.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

“Karena dengan adanya pandemi, secara ekonomi bisa dikatakan menurun. Kalau kita tidak memberikan edukasi pada ibu – ibu untuk kewaspadaan biar tetap memperhatikan gizi anak. Apalagi yang usia emas.  Jangan sampai gizi anak terabaikan. Jangka lanjutnya se Kecamatan Pekalongan Barat bareng bersama ibu – ibu TP PKK menggandeng Persit dan Bhayangkari. Walaupun masih level di kecamatannya. Nanti kan dari situ kita kolaborasi. Yang pasti kita Forkopimcam bergerak bersama istri yang aktif di TP PKK, Persit ranting, Bhayangkari ranting dan sebagainya,” tambah Camat.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Camat pun berharap agar bisa terus berlanjut hingga ke tingkat yang lebih tinggi. “Harapan kami dengan ini kerjasama dengan Nestle berlanjut dan memungkinkan ke tingkat kota. Sehingga nanti tidak meningkat anak stunting yang dirasakan secara tidak langsung. Yang pasti ini menggunakan Sumber Daya yang ada mencoba membuat sistem, kebutuhan warga yang positif diisolasi mandiri dan sudah dipenuhi kebutuhannya oleh lingkungan sekitar,” harapnya.

Foto : Pembukaan kegiatan Kampung Tangguh

Taufiqu pun menambahkan bahwa dengan adanya Kampung Tangguh bisa bermanfaat untuk meningkatkan rasa kepedulian dari masyarakat terhadap sesama. “Masyarakat lebih peduli lingkungan dalam segala hal. Nantinya apa kegiatan dari pemerintah maupun masyarakat bisa dilaksanakan bersama. Sehingga nanti dampak sekarang ini yang dirasakan parah, insya Allah nantinya bisa diminimalisir,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)