Penganiyaan Yang Sebabkan Satu Orang Meninggal, IKNR  Bertandang Ke Polsek Tenaya Siak  

0
416

Siak, NAWACITAPOST – Ketua Umum Ikatan Keluarga Nias Riau ( IKNR ),Bersama Rombongan, melakukan Mediasi Pada Pihak Polsek Tenaya raya terkait masalah penganiyaan atau kekerasan mengakibatkan jatuhnya korban hingga 1 orang meninggal atau tewas.

Baca Juga : Biro SDM Polda Riau Mencanangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Kujungan yang di pimpin lansung oleh Ketua umum Ikatan Keluarga Nias Riau AKBP. Peniel Zalukhu, SH & jajaran IKNR turut dihadiri ketua Umum Ikatan Mahasiswa Nias Riau IMNR serta keluarga korban dengan bapak Kapolsek Tenayan Raya & Kanik Reskrim. kamis, 25/02/2021 – di kawasan RS. Bhayangkara

Diawali oleh kronologi langsung di sampaikan oleh Kapolsek ditempat kejadian perkara (Olah TKP), beliau mohon kesabaran dan kerjasama untuk memberikan kesempatan kepada pihak penyidik dalam hal ini Polsek Tenayan mengungkap pelaku kejahatan atas pengeroyokan/penganiayaan yang mengkibatkan 1 orang warga asal  Nias meninggal.

Kapolsek Tenayan Raya dalam menanggapi kasus ini, “atas laporan BAP yang sudah kita terima dan akan kita lanjutkan penyeledikan sesuai dengan kejadian dan realita yang sesungguhnya,maka kami berharap dan pihak berwajib dalam hal ini Polsek Tenayan Raya, berikan kami kepercayaan dan untuk menelusuri lebih akurat akibat dari kejadian ini, serta berharap kepada saudara saya semoga tidak terjadi kegaduhan akibat emosi dan hal lain diluar dari pada yang kita harapkan. Kami tetap mengedepan tugas kami sesuai yang di amanatkan, tanpa lihat kiri lihat kanan, kami akan tetap Netral dan tidak berpihak. Jelasnya

AKBP Peniel Zalukhu, SH selaku ketua umum Ikatan Keluarga Nias Riau, “benar apa yang di sampaikan oleh pak Kapolsek, kita percayakan sepenuhnya kasus ini sebagai saya juga bagian kepolisian jadi saya tahu batas batas dan apa saja prosedur yang harus di siapkan oleh pihak aparat dalam mengambil langkah pengungkapan sebuah kasus, maka kita hanya berharap kepada kepada rekan Polsek Tenayan dan bapak Kapolsek dalam hal ini kiranya segera di percepat proses nya untuk menghindari persepsi hingga emosi beberapa oknum dari pihak keluarga, atau siapa saja yang geram melihat kejadian ini.

“Harapan jangan sampai ada tindakan yang diluar dari harapan kita, bahkan ke gaduhan, ini saya tegaskan dan berharap kepada kita jangan, kita kedepan pekerjaan pihak berwajib. Saya juga menegaskan bahwa penyampaian ini kita garis bawahi tidak membawa Etnis/ suka baik Pelaku maupun korban, sebab ini di lakukan oleh oknum. Tegas ketum IKNR

Amos Simuk selaku ketua Bidang Kepemudaan IKNR menyampaikan stetmenya “Kita pasti pakai hati nurani mengungkap pelaku penganiayaan ini, namun dari hati yang paling dalam kami sangat terpukul dengan ironisnya kejadian tak berprikemanusian ini, dan tidak menghargai hukum yang berlaku di negara Repblik Indonesia sampai tega mengorbankan nyawa tanpa ada belas kasihan,”tuturnya.

“Kesalahan apapun pasti ada saksinya, kita tidak membela yang salah jika benar, salah tetap salah, tapi jangan sampai nyawa seseorang melayang, kami sangat geram akan kejadian ini, kita negara hukum, di NKRI Hukum merupakan panglima tertinggi. Kami berharap agar kasus ini segera di ungkap, dan pelaku segera di berikan sanksi sesuai tuntutan perilaku dan hukum yang berlaku, Bravo Polsek Tenayan Raya.”Tutur Amos Simuk

Sementara Wawan Laia Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Nias Riau (IMNR), pada stetmenya di hadapan Kapolsek dan Kanik Reskrim Tenayan serta jajaran Saat Mediasi itu, “mengecam pelaku yang menganiaya oknum orang kita ini hingga nyawa melayang, sangat tidak mengedepankan Azas hukum yang berlaku, main hakim sendiri, saya berharap dan dengan tegas agar segera pelaku di amankan dan di ungkap motif sesungguhnya dari kejadian ini. Tegasnya

Wawan menambahkan “Pak Kapolsek dengan hormat kami sangat berharapkan tindakan fast/cepat atas kejadian ini laporan ditunggu 1 x 24 kalau bisa jemput langsung pelaku, karena ini sudah nyawa orang, sebab seperti harapan kita yaitu agar tidak terjadi kegaduhan, atau tindakan emosional dari beberapa pihak, dari kami akan tetap memberikan edukasi dan meredakan suasana.

Maka sekali kami mohon dengan tegas agar segera usut tuntas pelaku dan menangkap pelaku dari perilaku tak terpuji ini, dari beberapa informasi Group dan komunikasi sesama saudara sangat kecewa, dan mengutuk keras tindakan oknum pelaku ini, maka kita menghindari hal hal yang sama sekali tidak kita inginkan demi kesejahtraan kita bersama, tutup Wawan.”

(Sokhiaro Halawa )