MGMP TIK Kota Pekalongan Ikut Jadi Perpanjangan Tangan Pemerintah, Berbagi

1
132
Foto : MGMP TIK Kota Pekalongan berbagi bantuan

Pekalongan, NAWACITAPOST – MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Kota Pekalongan ikut menjadi perpanjangan tangan pemerintah kota. Pasalnya pengurus dan anggota MGMP Kota Pekalongan bersama merangkul bahu mengumpulkan donasi untuk masyarakat terdampak banjir. Hal itu dibuktikan dengan terselesainya pengumpulan dan dilaksanakan pembagian ke beberapa wilayah di daerah utara Pekalongan pada (25/02/2021). MGMP TIK tidak hanya membagikan bantuan bahan makanan pokok mentah melainkan juga uang tunai. Ada pula diluar MGMP TIK ikut berpartisipasi dalam menyisihkan rezeki yang ada. Ada pula yang memberikan pakaian layak pakai dan baru sebanyak 1 kodi untuk dibagikan.

Foto : MGMP TIK Kota Pekalongan berbagi bantuan

Ketua MGMP Kota Pekalongan Desi Ariyanti, M.Pd menyampaikan ke Nawacitapost. Bahwa ini ada pemberian uang tunai karena masyarakat juga perlu membeli kebutuhan yang lain. “Tadi kegiatan penyaluran donasi dari teman – teman MGMP TIK Kota Pekalongan. Ke tiga titik lokasi tadi. Ke arah utara. Panjang ya berarti, Pasir Sari, Pabean. Yang dibagikan bahan makanan pokok mentah ya terus sama uang. Soalnya ada info kalau selama ini penerima bantuan donasi itu kebanyakan bahan makanan mentah. Tapi kan mereka tentu membutuhkan bumbu – bumbu untuk memasak. Kemudian gas kan. Jadi selama ini jika tidak ada bantuan berupa uang ya mereka cari donasi sendiri untuk itu,” ungkapnya.

Foto : MGMP TIK Kota Pekalongan berbagi bantuan

“Makanya kemarin kita sepakati. Bantuan yang terkumpul itu diberikan bahan makanan mentah sama diberikan uang seperti itu. Total keseluruhan kemarin yang terkumpul Rp 2.050.000. Kemudian ada tambahan donasi dari peserta MGMP itu baju layak pakai. Kemudian ada baju yang masih baru, 1 kodi kemarin itu. Penerima bantuan dari perwakilan anggota MGMP yang tentu rumahnya itu terdampak banjir. Jadi banjir masuk kerumah sama warga yang tiga titik tadi. Prioritas masyarakat yang terdampak banjir, rumahnya kemasukan banjir, selama hampir 4 pekan ini. Sudah dicek terlebih dahulu. Dari anggota MGMP kami sudah biasa dimintai tolong mengkoordinatori penyaluran donasi,” lanjut Desi.

Foto : Suasana banjir

Desi pun menjelaskan bahwa titik pembagian lebih kepada lokasi yang dirasa jauh dari jangkauan. “Jadi beliau sudah tahu titik – titik penerima bantuan gitu. Jadi kebetulan titik – titik yang sudah kita salurkan tadi itu kebanyakan selama ini mereka jarang menerima bantuan. Karena memang lokasinya terlalu jauh dengan lokasi yang biasa dijangkau oleh para donatur seperti itu,” tambahnya. Dia pun lebih lanjut disinggung mengenai akan rutin berkelanjutan pun belum bisa memastikan. “Sementara sih belum terpikir kesana. Ini kemarin itu program dadakan, kita kumpul – kumpul.  Mengumpulkan donasi dari peserta MGMP. Tapi kebetulan dari luar pun ada yang menitipkan bantuan layak pakai ini. Untuk kelanjutannya, belum tahu,” imbuhnya.

Foto : Bantuan dari MGMP TIK Kota Pekalongan

“Misalnya dibutuhkan nanti ya kita mengumpulkan donasi lagi . Mudah – mudahan bisa. Harapan kami pribadi menyadarkan diri juga lebih peduli lah ke masyarakat korban banjir dan kedepannya mudah – mudahan ada bentuk donasi rutin. Jika sewaktu – waktu dibutuhkan, tinggal jalan. Kami melihat kondisi di tengah jalan itu banyak masyarakat yang terdampak juga ya. Melihatnya itu prihatin. Karena mereka selama ini hampir sebulan, berkecimpung di lingkungan banjir. Mereka sangat membutuhkan bantuan dari kita terutama. Karena bantuan dari para donatur tidak semuanya menjangkau mereka,” pungkasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Terlalu! Mayoritas Kada Terpilih 2020 di Kepni Tak Punya Visi Misi Perihal Narkoba

1 KOMENTAR

Comments are closed.