Iag Gulo : Musisi Ono Niha Di Panggung Musik Nasional

0
856
Iag Gulo (Gitaris Daway Band, Pencipta Lagu, Produser)

Medan, NAWACITAPOST –  Musisi Ononiha semakin berkembang. Berkarya dari waktu ke waktu. Semangat seolah tiada padam. Sebagian besar berkarya lewat lagu daerah Nias yang, tidak jarang, viral di kalangan Ononiha di mana pun berada. Ini patut diapresiasi.

Baca Juga : Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap Kedua

Dari banyak musisi Ononiha yg sudah berkarya di tingkat lokal, tampil pula salah seorang putra Nias yang telah lama berjibaku untuk menembus panggung musik Tanah Air. Dialah Iag Gulò yang sudah menekuni dunia musik sejak 26 tahun lebih; yang mengasah kemampuan musiknya secara otodidak.

Di bidang musik, ia memiliki skill sebagai gitaris, arranger sekaligus pencipta lagu bergenre pop-rock.Obsesinya sejak awal adalah bagaimana mampu berkiprah di panggung nasional. Karenanya, ia membentuk grup Daway Band. Grup ini dibentuk pada 1999 silam, saat ia masih berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas HKBP Nommensen Medan.

 

 

Personil Daway Band

Sebelumnya, saat masih studi di SMA Budi Utomo Medan, ia dan beberapa kawannya membentuk grup musik bernama Cucer Band. “Yah, saat itu talenta bermusik saya tersalurkan. Dari tampil di gereja hingga ikut ajang festival musik di Medan sekitarnya. Ini kesempatan saya untuk belajar banyak alat musik, menekuninya, sembari belajar membuat lagu,” kisah Iag.

Setelah beberapa personil Cucer hijrah ke Jakarta, maka grup tersebut menjadi vakum. Iag pun gabung dengan berbagai grup band yang ada di Kota Medan, agar semangat dan kemampuan musiknya terus terawat dan terasah. Berbagai ajang festival musik terus diikutinya.

Dari sepotong perjalanan itu, Iag pun sadar, bahwa sekadar melantunkan karya musisi lain, tak akan begitu bermanfaat bagi karirnya sebagai musisi.

“Membawa lagu orang emang keren. Apalagi yang sedang hits. Namun, apalah itu, tetap saja karya orang. Semangat berkarya semakin hari semakin menggemuruh,” ujar lelaki yang lahir dan tumbuh besar di Nias Selatan itu.

Semangat Berkarya 

Ia pun mulai melacak teman-temannya yang seide. Ketemu. Bersama Andy Rianto Sitepu (vokalis) dan Moh. Ashraf (basis) dibentuklah Daway Band pada 1999. Beberapa tahun kemudian, Sahat Nainggolan gabung sebagai penabuh drum. Mereka pun konsentrasi menyiapkan karyanya. Iag bertindak sebagai leader dan pencipta lagu, merangkap gitaris.

Sejumlah lagu andalan mereka direkam, lalu ditawarkan ke beberapa label di Jakarta. Ternyata, perjalanan tidak semulus yang dibayangkan. Kisah pilu pun tak terelakkan. Meski berjibaku beberapa tahun di Jakarta, namun, belum juga ada produser yang bersedia kerja sama dengan mereka.

Bolak-balik Medan-Jakarta. Iag pun mengambil keputusan untuk berhenti kuliah demi musik. Sembari melacak produser rekaman, masing-masing anggota grup sibuk mencari kehidupannya masing-masing. Ada yang bertahan di Jakarta, ada juga yang “pulang kampung”.

Iag sendiri sempat melanglang-buana di Jakarta sekian tahun. Berinteraksi dengan berbagai komunitas musik di Ibu Kota. Bahkan sempat gabung dengan band yang dinaungi oleh salah satu label rekaman besar saat itu. Sayang, band tersebut berumur pendek.

“Namun dari band tersebut, saya menimba pengalaman yang lumayan banyak. Tentang dinamika antarpersonil band. Termasuk pengalaman tur ke daerah dalam rangka promo album. Sungguh menambah wawasan, skil dan kematangan di bidang musik,” ungkap Iag.

Berusaha Bangkit 

Nah, kesibukan masing-masing yang membuat grup Daway Band seolah mati suri sekian tahun. Namun, semangat bermusik pun kembali menyala di pertengahan 2020 lalu. “Sayang sekali karya lagu kami kalau terkubur begitu saja. Di era digital ini, peluang untuk berkarya cukup terbuka lebar. Itu keyakinan kami. Makanya, kami pun mulai bangkit. Bergegas menjemput impian yang tertunda,” ungkap Iag bersemangat.

Tidak perlu menunggu waktu lama, Iag pun mengajak rekan-rekannya untuk gerak cepat. Sejumlah lagu direkam ulang dengan aransemen yang lebih segar. Tidak lama berselang, dua single–Yang Kulupakan dan Terlalu Cinta–sudah direkam dan dirilis lewat canel Youtube Iag Music.

Dalam waktu dekat ini, lagunya juga ditebar di berbagai platform digital lainnya seperti Sportify, ITunes, JOOX dll. Termasuk membangun kerja sama dengan operator seluler dalam bentuk NSP/RBT.

“Stok lagu saya cukup banyak. Rencananya akan dimainkan dengan format band, solo atau featuring. Kita cicil satu demi satu. Single ketiga Daway Band on going process. Saya juga sedang siapkan lagu dengan format featuring dengan seorang penyanyi perempuan, ” ungkap putra ketiga dari pasangan Masanudin Gulo-Riami Manao itu.

Bagi Iag, melahirkan karya adalah sebuah panggilan jiwa. “Bahwa kemudian ada dampak secara ekonomi dari kegiatan ini, tentu itu juga sesuatu yang halal-halal saja. Ini yang disebut ekonomi kreatif, sebagaimana digelindingkan oleh Presiden Jokowi. Berkarya yang produktif secara ekonomi. Tentunya, dukungan dari khalayak dan berbagai pihak amat kami butuhkan,” ujar Iag.

Kisah perjuangan Iag Gulo ini sungguh inspiratif. Sesuatu yang amat layak diapresiasi dan didukung. Ia, dengan talentanya, dapat berkontribusi untuk mengharumkan nama baik Nias di panggung musik nasional. Ayo, kita berikan dukungan. Ononiha Tola! Semoga.

(Yustinus Gulo)