Bupati Kubu Raya Muda Khawatir Kesehatan Warga Akibat Kebakaran Lahan

0
117
Foto : Kondisi bekas kebakaran lahan

Kubu Raya, NAWACITAPOST  – Kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik setelah tidak turun hujan dalam satu minggu terakhir. Satu diantaranya terjadi di kawasan jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar). Menyikapi kondisi terkini, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan sempat turun langsung melihat kebakaran lahan. “Itu spontanitas, jadi ketika turun ke lapangan, saya mendengar kebakaran sudah mendekati permukiman warga,” katanya ke media pada (15/02/2021). Dia merasakan khawatir akan kesehatan warga.

BACA JUGA: Persiapkan Putra Putri Daftar di Kuliah Ikatan Dinas Kemenkumham

Muda menjelaskan. Dia sempat meminta data terkait kebakaran lahan di beberapa titik dan langsung meninjau lokasi supaya dapat mendengarkan secara langsung dari warga. Lantas dia mengingatkan. Kondisi seperti ini harus menjadi suatu hal yang dapat dijadikan sebagai persiapan, atau langkah – langkah untuk di kemudian hari. Selain itu kondisi struktur tanah di Kubu Raya ini merupakan lahan gambut yang perlu kerja keras dalam penanganannya. Namun dia bersyukur. Karena dalan membuka lahan, masyarakat sudah memiliki kesadaran dengan tidak membakarnya ketika dijadikan lahan pertanian.

BACA JUGA: Dugaan Kasus Banyak, Rizieq Shihab Kena Pidana Berlapis?

Muda juga mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan petugas. Baik dari TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, BPBD, Relawan hingga masyarakat  yang turun langsung bahu membahu  dalam memadamkan kebakaran. Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya AKBP Yani Permana menegaskan. Bahwa pihaknya tidak segan – segan memberikan tindakan tegas. Terutama bagi oknum masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Sesuai dengan Undang – Undang nomor 32 tentang Lingkungan Hidup, maka tidak segan – segan kita akan melakukan tindakan represif jika ditemukan oknum yang melakukan pembakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Foto : Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan

“Apalagi mengingat daripada dampak akibat karhutla ini sangat begitu luas,” lanjut AKBP Yani Permana. Diketahui, dalam beberapa terakhir telah terdapat beberapa titik api yang muncul di wilayah kabupaten Kubu Raya. Bahkan terdapat yang sudah menjalar hingga ke permukiman warga. “Ini pun bisa mengakibatkan timbulnya polusi udara yang tidak baik yang berdampak langsung kepada manusia, seperti gangguan pernafasan atau ispa, penerbangan, bahkan melumpuhnya aktivitas perekonomian masyarakat dan lain – lain,” terusnya.

BACA JUGA: Peredaran Narkoba di Desa Sangat Berkorelasi dengan Tingginya Perputaran Uang di Desa

“Untuk itu Polres Kubu Raya juga akan mengedepankan tindakan Persuasif melalui Bhabinkamtibmas yang ada di setiap desa, untuk selalu berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat secara intens melakukan imbauan dan Larangan untuk tidak membakar hutan dan lahan,” sambung Kapolres. Dia juga mengimbau kepada masyarakat Kubu Raya untuk tidak membakar hutan dan lahan pada saat curah hujan dengan intensitas rendah. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio Pontianak, Dina Ike menemukan sebanyak 44 titik panas atau hotspot di wilayah Kalbar dan 37 titik diantaranya berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya. (EP. Laja/Ayu Yulia Yang)