Lahan Pedagang Pasar Segitiga Perawang Milik PT BSP Dipatok Pagar Untuk Pembuatan Taman 

0
268

Siak,NAWACITAPOST – Tertundanya pematokan pagar lahan Pedagang Pasar yang menempati lokasi kawasan segitiga milik BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak diakibatkan belum kondusif dan persiapan Petugas yang melaskanakan pematokan pagar tersebut. Ditambah Masyarakat Pendagan menolak dipindahkan ke Pasar Rakyat Tuah Raja di Kilometer 7 Kampung Perawang Barat,Rabu,(10/2/2021). Begitulah hasil yang didapat dari pertemuan dilokasi pasar antara pemerintah setempat dengan para pedagang.

Baca Juga : Youtubers Tualang Berbagi Nasi Bungkus Buat Warga Terdampak Covid – 19

Kegiatan itu tampak dikawal Jajaran kepolisian dari Polres Siak, Polsek Tualang Kapolsek Tualang Kompol M.Faizal Ramzani,SH,S.iK,MH,Koramil 10 Perawang,Camat Tualang Zalik,Effendi,S.Sos,Sekcam Tualang,Arif Dermawan,S.IP, Satpol PP Kabupaten Siak,Kasi Sat – Pol PP kecamatan Tualang Rudi, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Siak Junaidi,SE.MM,Yang di wakilkan oleh Kabid darat Winda Safri dan kasi Zul

Dimana sebelumnya pihak pemilik lahan BOB PT BSP dan Pemerintah Kabupaten Siak Melalui Disperidag,Upika Kecamatan Tualang,dan perwakilan pedangan beberapa Minggu yang lalu telah mengadakan Rapat Di Aula Kantor camat Tualang km 09 perawang,Siak bahwa Rabu 10 Februari 2021 di lakukan pengosokan lahan karena Pihak BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP) memasang pagar supaya aman, dan Sebelumnya sudah Jauh – Jauh Hari di informasihkan kepada Pengurus Pasar tersebut di lokasi pasar telah di pasang plang informasi dan sosialisasi kepada seluruh pedagang yang hingga hari ini masih menduduki kawasan tersebut.

“Hari ini kita tidak di lakukan eskusi walaupun Alat Berat excavator telah di sediakan oleh pemilik lahan BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP),namun memberikan peluang dan kembali peringatan kepada para pedagang, agar segera pindah ke lokasi pasar yang telah kita sediakan. Karena kawasan segitiga ini merupakan milik perusahaan BOB PT BSP yang diwacanakan akan dibangun taman,” ungkap kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Siak Wan Ibrahim melalui Viat Seluler pribadinya Rabu 10 Februari 2021.sore Pukul : 18.10 wib

Wan Ibrahim Kepala Disperindag juga menyampaikan untuk para pedagang yang menempati kawasan segitiga milik BOB PT BSP itu sudah disiapkan lapak berjualan di pasar Rakyat Tuah Raja sebanyak 160 buah kios jika masih kurang maka pedagang biasa berjualan di luar,Bahkan mereka ditindak dipungut biaya untuk berdagang disana sebelum di perdakan sama halnya di pasar km 4 juga sebelumnya tidak  di  pungut biaya,”ujarnya Wan Ibrahim.

” lanjutnya Lapak penggantinya sudah kita siapkan, bahkan kita tidak kenakan biaya untuk mereka berdagang disana,” jelasnya, memang tadi sore saat kami turun bersama pihak Keamanan Sat Polisi – PP Gabungan dari siak dan kecamatan, Dinas perhubungan,Polres siak- polsek Tualang,Anggota Koramil,Camat Tualang,Perusahaan BOB PT BSP,memberikan penjelasan Namun beberapa pedagang melakukan Penolakan penertiban itu pun terlihat semakin sedikit ,memanas ketika sebuah alat berat jenis backhoe loader atau excavator
mulai melakukan pekerjaan memancang besi plang informasi.
Bahkan beberapa pedagang melarang kendaraan melintas didepan pasar ilegal tersebut hingga mengancam akan telanjang,

Pada  15 Februari 2021, pihak yang mematok pagar buat taman di pasar tersebut  akan didampingi keamanan Gabungan dari polres Siak – Polsek Tualang,Sat Pol PP,Dishub Siak,Upika Kecamatan Tualang kita akan turun lagi dan melakukan pemindahan agar di lokasih tersebut di bangun secepatnya taman yang indah,”ungakp wan ibrahin

Beberapa ibu Rumah tangga yang juga pedagang simpang tiga milik Peruaahaan BOB PT BSP melarang alat berat milik perusahaan BOB
Jangan ada yang lewat sini. Kami hanya mencari makan saja dilarang,dimana keadilan untuk kami, kami bukan teroris. Kalau kami tetap dipaksa juga, kami siap pertahankan disini,” beberapa orang ibuk-ibuk pedagang yang tak terima akan di pindahkan ke pasar Rakyat Tuah Raja,saat di hubungin melalui hp selulernya,”Ida nama panggilanya menjelaskan kepada jurnalis.

Sementara itu, Perwakilan Pihak BOB PT BSP bagian Pertanahan, Nofriandi mengatakan, lokasi segitiga yang ditempati pedagang itu akan dibangun taman dan ini sudah berulang kali kami menyampaikan kepada pengurus pasar menghimbau agar lahan milik perusahaan BOB PT BSP di kosongkan dan minggu kemarin kami telah melakukan rapat di kantor camat km 09 yg di fasilitasi oleh upika,camat,diperidag,sat pop pp,polsek,dan koramil serta perwakilan pengurus pedagang,”tuturnya

“Rencananya akan dibangun taman. Kita sudah lakukan mediasi berkali-kali, hingga diputuskan hari ini untuk pemasangan plang pemberitahuan terlebih dahulu,” terangnya.
Terkait penolakan pedagang tersebut, pihaknya akan menunggu kebijakan pemerintah bersama Kepolisian agar proses pemindahan pedagang tersebut tidak terjadi anarkisme.
“Kita sudah upayakan dengan koorporatif,bahkan kita sudah menunggu untuk para pedagang ini segera pindah. Hari ini mereka juga tetap tidak mau, kita masih menunggu kembali koordinasi dengan pemerintah dan pihak kepolisian,” terangnya.

(Sokhiaro Halawa)