Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDP Terkait Anak

0
93
Komisi IV DPRD Kota Batam Menggelar RDP. (Foto: istimewa), Pebruari 2021.

Batam, NAWACITAPOST – Komisi IV DPRD Kota Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kadis P3AP2 & KB, Dirreskrimum (PPA) Dirreskrimsus Subdit Cyber, Dirresnarkoba, Kepala BNN Kepri, Ketua KPPAD Kepala P2TP2A, Forum Anak Batam, terkait kasus pornografi dan narkoba di kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)  di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Batam, Rabu 11 Februari 2021.

Baca Juga : S’pore Cafe & Yayasan True Love Batam Melakukan Aksi Sosial bagi bagi Takjil di Lampu Merah Kepri Mall

Anggota komisi IV DPRD Kota Batam, Aman mengatakan jika permasalahan di Batam masih PR (pekerjaan rumah) yang sangat besat bagi mereka. “Peran ini harus betul – betul dimainkan, karena anak itu adalah generasi penerus kita dan calon pemimpin di masa akan datang. Kita hari ini sepakat bahwa Batam darurat anak,” tuturnya.

Menurutnya, untuk solusinya, semua stakeholder dan terutama pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak harus bisa mengatasi permasalahan tersebut. “Anak itu menjadi penyejuk hati dan jiwa, oleh karena itu, orang tua juga harus betul-betul memperhatikan anaknya agar selamat dunia dan akhirat,” katanya.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha mengatakan bahwa, permasalahan anak yang terjadi di Kota Batam saat ini sangat memprihatinkan, karena sudah sedemikian jauh pola pemikiran dan tindakan mereka.
“Kekerasan terhadap anak dibawah umur bukan hanya banyak terjadi di Kota Batam, numun Kepri cukup banyak. Baik itu korban pencabulan, pemerkosaan dan tindak pidana lainnya,” ucapnya.

Dia memaparkan Anak-anak yang berhadapan dengan hukum cukup banyak terjadi, seperti yang kita tangani baru-baru ini terkait kasus pornografi terhadap anak tersebut.
Begitu juga kata dia, selama 2020 lalu kasus-kasus pencabulan terhadap anak di Kota Batam meningkat drastis, yakni kasus yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kepri ada ratusan kasus, bahkan korbannya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kasus yang mendominasi adalah kasus pencabulan dan persetubuhan anak. Kalau kasus pencurian itu relatif karena mereka sebagai pelakunya. Jadi kasus yang paling banyak itu adalah pencabulan dan persetubuhan,” katanya,

(sumber Infojurnalis.com)