Ketua Dewan Tampung ‘Sambatan’ PJU dan Banjir dari Warga

0
180

Surabaya NAWACITAPOST – Memasuki masa reses, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengundang setidaknya 100 orang untuk penjaringan aspirasi masyarakat di Daerah Pilihan (Dapil) nya.

Mengingat masih dalam situasi Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), reses dilakukan tatap muka 10 orang dan yang lainnya mengikuti secara virtual.

Bertempat di salah satu rumah makan di Jalan Jemursari, Rabu (10/2/21), agenda setahun 3 kali ini dibanjiri keluhan warga terutama soal lampu penerangan jalan umum (PJU) dan banjir.

Menurut Ermin, salah satu peserta yang mengikuti secara virtual, setiap kali musim hujan wilayah Panjang Jiwo kerap menjadi langganan banjir. Padahal, pengajuan perbaikan saluran sudah diusulkan berkali-kali. Namun, hingga kini belum ada realisasi.

Masih katanya, banjir sudah menjadi momok bagi warga setiap tahun. ” Setiap kali hujan turun, masyarakat sudah merasa was-was. Jika debit air sedang tinggi, air sampai menggenangi jalan-jalan kampung. Untuk itu kami minta ada pelebaran saluran biar air cepat surut.”

Hal lain disampaikan Tasya, warga Tenggilis Mejoyo yang mengeluhkan masalah lampu PJU.

” Ada sebagian lampu jalan di Tenggilis Mejoyo sudah rusak dan perlu perbaikan. Selain itu, ada PJU yang lampunya tidak terang lagi,” terangnya.

Pada kesempatan itu warga minta agar lampunya diganti dengan LED.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono memastikan semua keluhan warga akan ditampung, kemudian akan diusulkan ke pemkot agar apa saja yang dibutuhkan warga bisa terealisasi.

“Itu nanti bisa lewat program Pokir (pokok pikiran, Red) dewan yang sudah diparipurnakan Januari kemarin,” kata Awi sapaannya.

Dalam hal ini, Ia meminta warga untuk bersabar sebab, proses realisasi tentu membutuhkan waktu.

” Tidak bisa satu atau dua Minggu setelah usulan masuk langsung bisa dieksekusi. Apalagi, kondisi keuangan daerah saat ini sedang belum stabil akibat pandemi Covid-19. Pendapatan asli daerah (PAD) juga semakin menurun,” cakapnya

Awi memastikan keluh kesah masyarkat akan diperhatikan. Selain melalui reses, warga juga bisa mengusulkan perbaikan PJU, pavingisasi, dan perbaikan saluran lewat musrenbang (musyawarah rencana pembangunan).

“Ini masih bisa diusulkan. Asal tidak buru-buru ditagih,” tuturnya. (BNW)