PPKM Mikro, Dr. Akmarawita Minta Pemkot Lebih Perhatikan Kampung Tangguh

0
384

Surabaya NAWACITAPOST – Rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro mulai 9 Februari 2021 besok, menurut sekretaris komisi D DPRD Surabaya Dr. Akmarawita Kadir merupakan hal yang sudah biasa di Surabaya.

Terbukti, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya sudah ada program Kampung Tangguh yang mana sama dengan Pembatasan berskala mikro.

” PPKM Mikro di Surabaya hanya butuh penguatan saja,” ungkap Dr. Akmar kepada Nawacitapost, Senin (8/2/21)

Penguatan dalam arti, Pemerintah harus memfasilitasi baik itu sumber dana atau hal-hal yang lain seperti bantuan APD.

” Intinya harus diperkuat sosialisasi terkait 5M, diantaranya sosialisasi pemakaian masker dan mencuci tangan yang baik dan benar,” terangnya.

Mengapa disebut penguatan, menurut Legislator Golkar ini karena masih banyak masyarakat yang tidak benar dalam pemakaian masker serta mencuci tangan. ” Masker kotor tetap dipakai atau menggunakan masker di dagu dll. Penguatan-penguatan itu yang harus dilakukan hingga ke tingkat RT.”

Fasilitas anggaran, lanjut Dr. Akmar sangatlah perlu. Disini Ia mengharapkan seluruh RW di Surabaya yang dulunya belum tersentuh Satgas Covid, kedepan bisa lebih diperhatikan, sehingga program 5M ini bisa dilakukan di seluruh RT dan RW.

M yang ketiga adalah menghindari kerumunan. Menurutnya, masyarakat Surabaya masih kurang sadar terkait hal ini. Seperti mengadakan acara atau rapat-rapat yang menimbulkan kerumunan.

” Masyarakat harus mengurangi mobilitas, menghindari kontak fisik dan kerumunan, ini juga harus disosialisasikan dengan kuat sampai tingkat RT,” jelasnya.

Pemerintah juga harus menguatkan sosialisasi bahwa sedapat mungkin masyarakat menggunakan pertemuan dengan online. Nah disini pemerintah harus mengusahakan penguatan jaringan internet, termasuk bisa dengan internet gratis.

” Anggarannya bisa diambil dari denda dari para pelanggar yang banyak itu,” katanya.

Indikatornya adalah, semakin sedikit dendanya berarti masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya protokol kesehatan.

Jadi, lanjut sekretaris DPD II Golkar Surabaya ini, pada intinya untuk PPKM skala mikro yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat, khusus Surabaya sudah tidak asing lagi karena sama dengan Kampung Tangguh.

” Sekarangpun kita bersyukur Surabaya sudah masuk di Zona kuning. Jadi dengan penguatan-penguatan diseluruh RT/RW, peran para Camat begitu penting. Mereka harus turun ke Lurah, kemudian Lurah ke RW hingga RT ke keluarga-keluarga memberikan sosialisasi penguatan tentang protokol kesehatan. Pemerintah kota tinggal memfasilitasi saja,” tukasnya. (BNW)