PPKM Mikro, Ajeng Wira Wati : Maksimalkan Fungsi dan Peran Kampung Tangguh

0
220
Ajeng Wira Wati, S.Sos., M.PSDM., Wakil ketua Komisi D DPRD Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sesuai instruksi Presiden mulai ditegakkan hari ini 9 Februari 2021. Khusus di Surabaya, Wakil ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mendorong Pemerintah kota (Pemkot) agar dapat memaksimalkan fungsi dan peran Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo yang telah ada sejak awal PSBB lalu.

Kepada Nawacitapost, Ajeng menerangkan bahwa Kampung-kampung tangguh punya potensi besar apabila diiringi peningkatan dan pengoptimalan perannya dalam menangani penyebaran Covid-19. Dan hal ini sudah sejalan dengan pemerintah pusat untuk kembali berfokus kepada basis RT/RW di kelurahan-kelurahan, Selasa (9/2/2021).

“ Pemkot harus mengoptimalkan bantuannya kepada 650 Kampung Tangguh yang mendapatkan pembinaan di masa PPKM jilid I dan II lalu,” ungkap Ajeng, Selasa (9/2/21).

Hal ini diungkapkan karena dirinya banyak mendapat keluhan masyarakat yang masih belum mendapatkan bantuan secara optimal dari pemkot.

” Bantuan seperti masker dan disinfektan masih kurang, terutama di kampung yang mayoritas penduduknya menengah ke bawah. Tidak semua wilayah bisa berswadaya sendiri,” cakapnya.

Ajeng berharap pemkot dapat hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan bantuan melalui OPD-nya, sehingga dapat menumbuhkan partisipasi aktif warga dalam memerangi pandemi ini di tingkat RT, RW, dan kelurahan

” Kebersamaan dalam pelaksanaan Kampung Tangguh juga akan menciptakan empati dan kesadaran sosial masyarakat dalam pelaksanaan PPKM Mikro,” terang Legislator Partai Gerindra ini.

Yang tak kalah penting, lanjut Ajeng, sosialisasi terkait penerapan PPKM Mikro juga harus lebih masif, karena masih banyak para ketua RT/RW masih kebingungan dengan apa yang harus dilakukan.

Diakhir, Ajeng juga berharap kepada Pemkot Surabaya untuk menginstruksikan kepada para Camat dan Lurah agar lebih masif mensosialisasikan 5-M kepada masyarakat untuk menekan angka penularan Covid-19 di Surabaya. (BNW)