Surabaya NAWACITAPOST – Pandemi Covid masih dalam kondisi siaga satu, sementara ketersediaan Rumah sakit Covid sudah sangat minim. Maka dari itu pemerintah pusat mendorong pihak perusahaan rumah sakit baik swasta maupun pemerintah untuk sebisa mungkin mengupayakan turut memikirkan ketersediaan rumah sakit dalam hal ini dengan membangun rumah sakit baru khususnya untuk pasien Covid-19.

Tentu saja Pembangunan Rumah sakit tidak semudah membalikkan telapak tangan karena harus melewati perijinan yang panjang dan sulit, apalagi rumah sakit penyakit menular seperti Covid-19 yang membahayakan nyawa manusia.

Khusus di Surabaya, berdalih mendapat instruksi dari Kemenkes dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Siloam Hospital dibawah manajemen Lippo Group bermaksut baik dengan berencana membuka Rumah sakit khusus Covid di area Cito mall jalan A. Yani Surabaya. Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari ribuan penghuni apartermen dan pedagang Cito mall yang berdempetan dengan lokasi tersebut.

Menyikapi laporan masyarakat yang keberatan, Komisi A DPRD Surabaya melakukan sidak ke lokasi untuk memastikan perijinannya, Kamis (4/2/21). Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari komisi A diantaranya Wakil Ketua Komisi A Camelia Habiba, Sekertaris Komisi Budi Leksono, Moch. Mahmud, Imam Syafi’i serta Syaifudin Zuhri anggota Komisi A.

Usai melakukan sidaknya, kepada media Camelia Habiba mengungkapkan giat ini adalah ingin melihat secara langsung perizinan-perizinan pengadaan rumah sakit covid yang akan dioperasionalkan. Termasuk untuk ijin Satuan Lingkungan Setempat (SLS).

“Hal ini kami lakukan juga untuk mengungkap perizinan-perizinan tempat lain di Surabaya. Disini kita tidak ingin Siloam mengulangi masa lalu yang mengakibatkan Jalan Gubeng ambles,” ungkap Habiba.

Ia menjelaskan, rencananya operasional dimulai tanggal 08 Februari  2021, tapi karena belum ada izin operasional untuk rumah sakit, maka komisi A meminta kepada manajemen Siloam untuk menunda pembukaannya sekaligus menghentikan segala aktivitas pembangunannya hingga ada hasil hearing nanti Senin pekan depan.

Baca juga :  Pamong RT Dan Warga Antusias Lakukan Pemotongan Hewan Kurban Ditengah Pandemik Covid 19

Senin nanti (8/2), menurut Habiba, Komisi A akan melakukan rapat dengar pendapat (Hearing) dengan memanggil pihak-pihak terkait seperti, Dinas Perizinan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, LH, Cipta Karya, pengembang, untuk lebih lanjut membahas pro kontra operasional RS Khusus Covid-19 di Cito Mall.

Senada dengan itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya Imam Syafi’i mengatakan ijin mendirikan rumah sangat ketat, apalagi rumah sakit khusus Covid-19. “Tentu saja infrastrukturnya juga harus diperhatikan, Amdalnya seperti apa? Itu juga harus jelas semuanya,” kata Imam.

Imam menjelaskan, rumah sakit darurat ini nantinya terdapat 105 kamar dengan 8 ICU, namun jumlah kamar tersebut bisa ditingkatkan kembali menjadi 186 kamar dan 16 ICU.

Menambahkan rekan se-Komisinya, Moch Mahmud, menegaskan secara keseluruhan pihak Siloam tidak memiliki izin operasional rumah sakit khusus Covid-19.

” Maka dari itu, jika tetap beroperasi berarti ini tidak benar sama sekali, dan pihak Siloam melanggar aturan yang ada,” tegasnya.

Dalam site plan manajemen induk Siloam, masih Machmud adalah site plan untuk hotel. Tapi anehnya saat ini tiba-tiba berubah menjadi rumah sakit khusus Covid-19.

“Jika tetap beroperasi Itu artinya ada izin siluman,  Ini yang perlu kita awasi secara ketat.” tandas Machmud. (BNW)