RS Covid Siloam di Cito, Ini Permintaan Kemenkes RI dan BNPB

0
99
Persiapan pembukaan RS Covid Siloam di area CBD Lippo Cito Jl. A. Yani Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Penuhnya rumah sakit rujukan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Surabaya mendorong pemerintah pusat untuk mengajak pengelola rumah sakit  ikut serta melakukan penanganan secara total.

Di antaranya RS Siloam, yang diminta secara khusus oleh Kemenkes RI dan BNPB untuk mendirikan rumah sakit darurat Covid- 19.

Project Manager RS Siloam Cito drg Sian Tjoe mengatakan, pihak Siloam tidak akan mendirikan rumah sakit khusus covid jika tidak ada permintaan dari pemerintah.

Secara khusus menurut drg Sian Tjoe, Kepala BNPB Doni Monardo juga telah menyampaikan kepada pihak Siloam untuk bisa membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Kita tidak akan melakukan pendirian rumah sakit darurat covid atas keinginan sendiri, namun didasarkan permintaan dari Kemenkes RI dan BNPB. Bahkan Pak Doni Kepala BNPB sendiri yang menyampaikan,” kata drg Sian Tjoe, Rabu (3/2/2021).

Menurut Sian Tjoe, saat ini semua persiapan pendirian rumah sakit darurat Covid-19 di lingkungan Mal City Of Tomorow sudah dilakukan. Termasuk perizinannya yang juga dibantu pihak Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya.

“Rumah sakit ini tidak menyatu dengan Mal Cito . Terpisah dan nanti kita akan membuat jalur sendiri yang langsung masuk ke rumah sakit. Sehingga tidak mengganggu aktivitas mal-nya,” lanjut Sian Tjoe.

Pihak Pemkot Surabaya juga sudah memberikan lampu hijau pendirian RS khusus covid-19 itu. Bahkan beberapa waktu lalu Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana juga sudah melihat rencana pendirian rumah sakit darurat Covid-19 di lingkungan mall ini.

Mennurut Sian Tjoe, Whisnu juga sudah meminta pihak Siloam untuk benar- benar memastikan rumah sakit tersebut aman dan tidak berdampak pada lingkungan Mal Cito.

“Pak Whisnu juga sudah melihat secara langsung calon rumah sakit ini dan meminta kami untuk memastikan rumah sakit tersebut aman ” lanjut Sian Tjoe.

Nantinya, lanjut dia, rumah sakit darurat Covid -19 di lingkungan Mal Cito ini akan menempati 3 lantai, dengan kapasitas 105 bed dan 12 ruang ICU. “Kita akan set sebanyak 105 bed dan 12 ruang ICU. Namun di tahap awal akan dibuat 3 ruang ICU dulu agar segera bisa digunakan,” lanjut Sian Tjoe.

Terkait dengan keberatan pihak tenant yang ada di Mal Cito, Sian Tjoe menyatakan tidak tahu.

Pihaknya hanya menegaskan bahwa hanya menjalankan permintaan pemerintah pusat dalam penanganan covid serta menjamin rumah sakit tersebut terpisah dari mall dan menjadi kawasan yang steril dari aktivitas lain.

“Saya tidak tahu jika ada hal – hal lain seperti keberatan dari pedagang di Mal. Yang perlu saya tegaskan rumah sakit tersebut terpisah dari mal dan steril” pungkas Sian Tjoe. (*)