Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

0
251
Foto : Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

Siak, NAWACITAPOST – Bhabinkamtibmas Perawang Barat Bripka Widodo Sasono didampingi oleh Pengurus HIMNI (Himpunan Masyarakar Nias Indonesia) yaitu Penasehat Elizaro Ziliwu, Ketua Sokhi dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak  Kabupaten Siak Muhammad Bakri menyarankan pada (29/01/2021). Tak lain mengenai kasus kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya, NH kepada anak yang masih umur 6 tahun berjenis perempuan. Agar diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. Lantas diputuskan enyelesaian secara kekeluargaan dilaksanakan di kantor Sekretariat HIMNI Kabupaten  Siak. Yang mana terletak di jalan Abuhurairoh no 09 RT 007/RW 008 Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

Foto : Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

“Kasus yang diduga penganiayaan anak dibawah umur yang dilakukan oleh ibu tirinya yang bernama TL alias Ibu boy, kejadiannya di rumah disamping Aula Pila Delpia Nengolan jalan Perawang Barat, kecamatan Tualang, Kabupaten  Siak. Kejadian terjadi pada pukul 16.30 WIB. Salah satu warga sekitar rumah sebut namanya Mawar (samaran). Bahwa warga tersebut membawa anak berjenis perempuan atas nama NH umur 6 tahun, ke kantor Polsek Tualang. Tak lain dengan mengadukan bahwa NH (6) dianiaya oleh ibu tirinya,” jelas Bripka Widodo.

BACA JUGA: Marak Narkoba di Kepulauan Nias, Tokoh Agama dan Pemerintah Daerah Dimana?

Bripka pun melanjutkan penjelasannya. “Lalu kita dari pihak Bhabinkamtibmas Perawang Barat  melaporkan hal ini ke DPC HIMNI Kabupaten Siak untuk dipertemukan ibu tirinya. Dan mencari solusi agar permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Ketua HIMNI Sokhi setelah mendengar informasi tersebut dari pihak Polsek Tualang Bhabinkamtibmas Perawang Barat, saya langsung datang menjumpai korban NH di Polsek untuk menanyakan kejadian tersebut. Dan sekaligus meminta petunjuk ke Polsek. Agar dimusyawarahkan di Kantor Sekertariat HIMNI,” lanjutnya.

Foto : Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

Dari Polsek diwakilkan oleh Bhabinkamtibmas Bripka Widodo Sasono, Perwakilan Dinas Sosial & Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Siak, Muhammad Bakri dan ibu tirinya TL yang diduga melakukan pemukulan dan Penasehat HIMNI Elizaro Ziliwu, Wakil Ketua Foarota Ndruru, Emanuel Ndruru,  Sekretaris DPC HIMNI Famaha Pardomuan Zebua, S.SE.,Wakil Sekretaris Felix Tefaoli Ndruru,ST., Bendahara Herman Pelani dan anggota Falalini Halawa, Bezisokhi Halawa, S.Kom., anggota bidang organisasi Perkadera Sadina Zega serta bidang peran perempuan dan anak Tasian Zalukhu.

BACA JUGA: Masa Depan Generasi Nias Terancam, Kak Seto Angkat Bicara

Penasehat HIMNI Elizaro Ziliwu menyampaikan kepada awak media. Bahwa dia sangat menyayangkan atas kejadian ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian Polsek Tualang Kompol M. Faizal Ramzani, SH.S.Ik.MH. melalui Bhabinkamtibmas Bripka Widodo Sasono dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Muhammad Bakri serta pengurus HIMNI Kabupaten Siak Sokhi yang telah memberikan kesempatan untuk dibicarakan secara kekeluargaan melalui organisasi,” ujarnya.

Foto : Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

“Puji syukur pada pukul 22.10 WIB, TL membuat surat pernyataan  diatas materai 6000 kepada organisasi HIMNI. Disaksikan oleh Bhabinkamtibmas, Ketua Lembaga  Perlindungan Anak Kabupaten Siak. Isi suratnya ada 3 poin. NH dititipkan sementara di Sekretariat HIMNI Kabupaten Siak selama tiga hari. Terhitung  dari 30 Januari hingga 02 Februari 2021. NH akan diserahkan kembali kepada yang bersangkutan. Menunggu ayah kandungnya dari Kandis untuk menyaksikan penyerahan anak tersebut,” ungkap Elizaro Ziliwu.

Foto : Kasus Kekerasan Anak Dibawah Umur yang Dilakukan Ibu Tiri, Diselesaikan Kekeluargaan

Lebih lanjut Elizaro mengatakan bahwa adapun konsekuensi yang  akan didapatkan jika tidak menepati perjanjian. “Apabila kemudian hari  pihak TL pelaku melakukan pemukulan terhadap anak tersebut  kembali maka pihak organisasi dan ayah kandung korban NH membawa perkara ini ke proses hukum yang berlaku  di NKRI. Atas kejadian ini menjadi pengalaman bagi kita sebagai orang tua dan masyarakat. Agar memperhatikan tindakan sebelum melakukan penganiayaan. Apalagi terhadap anak dibawah  umur. Karena pidananya ada,” pungkasnya. (Sokhiaro Halawa/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Menkumham Yasonna dan Sahabat Gowes, Bangkitkan Perputaran Ekonomi UKM