Pelantikan Dan Kebijakan Walikota, Menjadi Kontroversi Di Kota Tanjungpinang,

0
102

Tanjungpinang, NAWACITAPOST.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menyoroti pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang yang dilaksanakan pada Selasa (19/1) lalu oleh Wali Kota Rahma.

Baca Juga : Walikota Irsan Melantik Pengurus BAZ Kota Padangsidimpuan Masa Bhakti 2019 – 2024

Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Muhammad Apriyandy, menilai pelantikan tersebut seakan untuk memenuhi nafsu semata. Pasalnya, banyak ditemukan keganjalan yang terjadi.

“Salah satunya beliau (Rahma) melantik tersangka dugaan korupsi BPHTB. Ini membuat masyarakat menilai jika orang yang berstatus tersangka mendapat tempat di hati pemimpin. Sangat spesial sekali,” tegasnya kepada Media, Jumat (22/1).

Apriyandy mengecam dan sangat tidak setuju dengan kebijakan Rahma yang memberi ruang terbuka bagi tersangka dugaan korupsi yang menduduki jabatan baru sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kota Tanjungpinang.

“Disaat tersangka dugaan korupsi mendapatkan jabatan, ada beberapa pejabat eselon III yang dinonjobkan atau tidak mendapatkan jabatan. Dan untuk pejabat eselon IV ada yang diturunkan eselonnya. Sungguh aneh kebijakannya,” tegas putra mendiang mantan Wali Kota Tanjungpinang Syahrul ini.

Apriyandy juga menemukan ada beberapa pejabat yang dilantik tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, Hal ini membantah ucapan Rahma yang melantik pejabat sesuai latar belakang pendidikannya, Rahma hanya menyoroti salah satu pejabat yakni istri dari Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga yang sebelumnya menjabat salah satu Kepala Bidang di Dinas Pendidikan, dimutasi ke Dinas Pertanian.

Ada Beberapa pejabat yang dilantik tidak sesuai latar belakang pendidikan antara lain Deddy Arman yang berlatar belakang Ekonomi ini dilantik menjadi Sekretaris Pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik. Kemudian Sutarjo berlatar belakang pendidikan dilantik menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kalau mau jangan hanya istri pak Ade Angga saja, Ada beberapa pejabat yang menjabat tidak sesuai latar belakang pendidikannya, seharusnya juga ditempatkan yang sesuai pendidikannya,” tegas Apriyandy.

Ia menghormati keputusan Wali Kota Tanjungpinang Rahma yang melantik ratusan pejabat itu. Namun Apriyandy menegaskan pelantikan tersebut harusnya dilakukan dengan kajian dan mengikuti aturan yang ada.

Bukan lantik pejabat yang oh ini orang saya, ini pro ke saya, bukan begitu, menurut dia, ini seperti pelantikan berdasarkan suka tidak suka, Pelantikan ini dilakukan agar bisa membantu kinerja pimpinan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Saat pelantikan terjadi, Apriyandy kembali menilai kepercayaan publik kepada Rahma pelan-pelan akan memudar karena kecerobohan, karena hal seperti ini yang membuat masyarakat mulai hilang kepercayaan dengam kebijakan yang diambilnya.” tutupnya.

(Yosdarson Daeli)