Surabaya NAWACITAPOST – Setelah dilakukan tiga kali Hearing di Komisi A kemudian diadakan mediasi di Satpol PP, perselisihan rumah usaha sarang burung walet Kertajaya indah II dengan warga masih mengalami jalan buntu. Bahkan saat di Satpol PP, Selasa (12/01/21), mediasi dihentikan akibat sikap yang ditunjukkan oleh Bing Hariyanto (pemilik rumah walet) sebagai TERADU dianggap tidak sopan dan merendahkan sehingga keduanya sama emosi.
Agus Hartono (warga PENGADU) melalui kuasa hukumnya Abu Abdul Hadi mengatakan bahwa kliennya hanya ingin kawasan perumahan Kertajaya indah II blok F dikembalikan seperti semula yakni pemukiman yang aman dan nyaman.
" Apalagi saat ini, kita semua waspada virus covid. Usaha masih dilakukan dengan banyak karyawan yang kita tidak tahu kesehatannya masing-masing," ujarnya kepada media melalui sambungan selularnya, Jumat (15/01/21).
Sesuai fakta dilokasi, Abu mengatakan kegiatan usaha sarang burung walet disebelah rumah kliennya berlangsung dari hari Senin hingga Minggu. Bahkan pada malam hari terkadang masih terdengar ramai. " Patut di duga tetap ada kegiatan walaupun hari libur," katanya.
Sebenarnya pengaduan warga ini dilakukan sudah sejak bulan September melalui stempel basah RT setempat namun anehnya tidak ada tindak lanjut yang dari pihak-pihak yang bersangkutan hingga sampailah ke ranah Dewan. " Rumah usaha memang sempat disegel oleh Satpol PP, namun 3 hari kemudian segel dilepas," jelas Abu.
Menurut Abu, Kliennya tidak pernah ada masalah dengan pak Bing Hariyanto dan tidak pernah melarang siapapun untuk berusaha, akan tetapi mohon cari tempat yang sesuai dan pantas.
Dalam hal ini, Abu berharap Pemerintah melalui dinas yang terkait dapat menindaklanjuti resume rapat hearing dengan komisi A pada Sabtu 12 Desember 2020, yakni mengkaji ulang rekomedasi kepada Dinas Cipta Karya. Kemudian kepada Dinas Cipta Karya dimohon untuk segera mengeluarkan surat pemberhentian aktifitas usaha hingga selesai perijinan usaha yang diduga bukan termasuk industri rumahan.
" Pemerintah harusnya sudah tahu, omset usaha sarang burung tidak seperti home industri pada umumnya, karena harga sarang walet perkilo kurang lebih 15-20 jt. Kalau bersikukuh diadakan di kawasan pemukiman, kita patut menduga ini ada apa-apa," tandas Abu. (BNW)