Gelper Ditengah Pandemi covid-19, Terus Dilaksanakan, Ada Apa ?

0
193

Tanjungpinang, NAWCITAPOST.COM – Bisnis GELPER di Kota Tanjungpinang semakin marak ditengah pandemi Covid-19. Dan di duga tak ada Izin, dengan bisnis ini usaha yang dilaksanakan adalah perjudian, Kendati demikian, dengan tidak mendapatkan penanganan secara hukum oleh aparat, Bos Gelper semakin besar kepala dan merajalela di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga : 2.500 Tenaga Kesehatan Tanjungpinang Divaksin Pertama

Aktifitas Gelper tersebut yang berada di sekitaran lokasi suka berenang dan bintan plaza beroperasi secara terbuka untuk umum.

Berlangsungnya praktek usaha yang diduga ada unsur melawan hukum secara terang terangan di Kota Tanjungpinang ini dinilai akan mencederai citra aparat penegak hukum dan pemerintah di mata masyarakat. Sebab, kegiatan permainan Gelper terindikasi termasuk jenis perjudian dan mengundang kerumunan covid-19

Sesuai pemberitaan media beberapa hari lalu yang bahwa adanya unsur pelanggaran pasal 303 KUHP tentang Perjudian dan PP No 9 Tahun 1981 di Gelper tersebut

Sehingga Media telah mengonfirmasi ke beberapa instasi yang ada di Kota Tanjungpinang terkait izin Gelper tersebut di antara Walikota, polres, Satpol pp, Dinas Perizinan, tapi sayang, tak ada yang bisa memberi tanggapan tentang Gelper perjudian ini alias “bungkam”, Ada apa sebenarnya?. Dan, para pihak pengambil keputusan di Tanjungpinang sudah dihubungi melalui sambungan WhatsApp,

 

Bahkan kegiatan itu diduga ada pembiaran dari aparat keamanan dan Pemda Kota Tanjungpinang?

Yang lebih anehnya lagi, Kabid DPM PTSP atas nama Mulyadi, sewaktu kita mau konfirmasi malah nomor Hp dari Media di blok, seakan akan tak mau mengasih informasi mengenai izin Gelper tersebut, sedangkan ini arahan dari pegawainya sendiri, di karenakan dia yang lebih tau dan dengan dia data tersebut.

 

Sedangkan Dinas pariwisata menjelaskan kepada kita bahwa”Sejak 2017 semua perizinan usaha pariwisata tidak ada lagi di Dinas Pariwisata, Semua di proses OSS di DPM PTSP.”

 

“Semua perizinan usaha pariwisata acuannya PERPRES 91 2017 dan peraturan Menteri nomor 10 tahun 2018”.

Untuk itu Kami dan Masyarakat Kota Tanjungpinang, berharap kepada pemerintah RI dan kapolri agar memberikan pelayanan penegakan hukum yang jelas di Kota Tanjungpinang dan dapat menangkap serta menyeret pemilik usaha Gelper ke penjara atas melakukan usaha untuk dijadikan ajang perjudian di Kota Gurindam ini, sehingga kegiatan ini tidak berlanjut.

Korespondenon Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepri : Yosdarson Daeli