Seminar Kebangsaan FPK, Wahid Wahyudi : Jawa Timur Cermin Pendidikan Nasional

0
237

Surabaya NAWACITAPOST – Bekerjasama dengan Alumni Taplai Kebangsaan Lemhannas RI Jawa Timur, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur menggelar seminar Kebangsaan dengan tema ” Penguatan Pembauran Kebangsaan dan Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Wujud Bela Negara dimasa Pandemi Covid-19″, Jumat – Sabtu 18-19 Desember 2020, di Aria Centra hotel jalan Tais Nasution Surabaya.

Moch. Efendy, SH.,MH selaku ketua panitia menegaskan bahwa Jawa Timur sebagai tolak ukur Pembauran Kebangsaan secara Nasional.

Menurutnya, agenda ini sengaja diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan, khususnya dalam menghadapi tantangan bidang pendidikan karakter serta tantangan terkait menghadang faham Radikalisme dan Terorisme yang saat ini sedang mewabah di masyarakat.

Menjadi Narasumber yang pertama, DR. Ir. Wahid Wahyudi, MT membawakan paparan tentang kebijakan Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di era Pandemi Covid-19.

Dalam hal ini Ia menegaskan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia sehingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengijinkan untuk siswa setingkat SMA dapat mulai pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 mendatang, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

” Mulai Januari 2021, daerah dipersilahkan mengambil kebijakan apabila diperlukan pembelajaran tatap muka,” tegasnya.

Kebijakan tersebut didasari oleh tidak optimalnya daya tangkap siswa sehingga dikuatirkan SDM kita terus merosot apabila PTM tidak segera dilakukan.

Ada sisi kelebihan dan kekurangan terkait sistem pendidikan tatap muka dan jarak jauh, untuk itu Dinas Pendidikan Jawa Timur telah berinovatif membuat kebijakan di era normal baru saat ini agar mutu pendidikan jarak jauh atau via daring tidak kalah jauh dengan pendidikanntatap muka, ujar kepala dinas pendidikan Jawa Timur ini.

Yang perlu diketahui, mengutip pernyataan para pakar, Wahid menjelaskan bahwa setelah Covid nanti hilang, kita tidak akan kembali seperti masa sebelum hadirnya Covid.

” Kita akan memasuki era baru, sehingga di dunia pendidikan Jawa timur akan kita tingkatkan dan sentralnya adalah digitalisasi,” katanya.

Jadi program prioritas pembangunan pendidikan di Jawa Timur tahun 2021 nanti berfokus di Digitalisasi. Karena kita sudah tidak bisa menghindar dari teknologi digital.

Pendidikan di Jatim khususnya, harus mampu menghadapi berbagai tantangan kedepan yakni era disrupsi. ” Dulu semua aktivitas kita lakukan secara fisik, namun sekarang banyak yang harus kita lakukan secara online. Dan ini harus bisa dilakukan seluruh masyarakat. Di dunia pendidikan juga seperti itu,” terang Wahid.

Tantangan berikutnya adalah Globalisasi. Artinya pendidikan di Jawa Timur tidak harus hanya berstandar nasional, tetapi juga harus berstandar internasional.

” Alhadulillah, sekarang lulusan-lulusan SMA dan SMK kita banyak yang melanjutkan belajar maupun bekerja di berbagai negara. Dan itu tidak hanya dilakukan siswa di perkotaan, tetapi juga yang jauh dari perkotaan,” terangnya kembali.

Berikutnya Dispendik Jatim juga menyiapkan sebuah era new normal yang dihadapi oleh siswa-siswi kita. ” Siswa harus mampu menghadapi media sosial yang cukup besar pengaruhnya baik positif dan negatif. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat perlu untuk dikembangkan,” ucapnya.

Pendidikan karakter ini melingkupi Religius, Nasionalisme, Gotong royong, Integritas maupun kemandirian.

Menyongsong era new normal, dunia pendidikan di jawa timur sudah ditetapkan SOP (Standard Operating Prosedur. Bagaimana siswa mulai berangkat dari rumah kesekolah, masuk sekolah, proses belajar mengajar, kelengkapan sarana prasarana, sampai siswa pulang kembali. ” Kita sudah atur SOP-nya dalam hal protokol kesehatan,” ungkapnya.

Di Jawa Timur pun, menurut Wahid, adalah satu-satunya provinsi yang ingin membuat percontohan atau Indonesia mini di dunia pendidikan. Di Magelang ada SMA Taruna Nusantara. Di jawa timur ada SMA Taruna Bhayangkara di Banyuwangi bekerjasama dengan pihak Kepolisian. SMA Taruna Nala di Malang bekerjasama dengan pihak TNI angkatan laut, di Kediri ada SMA Taruna Brawijaya yang bekerjasama dengan TNI angkatan Darat dengan juga ada SMA Taruna angkasa di Madiun bekerjasama dengan pihak TNI angkatan udara. Disitu siswanya berasal dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

” Ini sangat bagus. Kenapa kita kerjasama dengan pihak eksternal TNI dan Polri, karena kita sungguh-sungguh ingin membangun agar siswa memiliki karakter yang tangguh dan memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. Jadi cermin pendidikan di Indonesia bisa dilihat SMA-SMA Taruna yang ada di Jawa Timur dan Magelang,” tandas Wahid. (BNW)