Rancangan Mobil Petranesian 001 Berhasil Sabet Juara 2 Kontes Mobil Hemat Energi 2020

0
88
Saat presentasi di hadapan Juri

Surabaya NAWACITAPOST – Tim Petranesian yang terdiri dari tujuh mahasiswa UK Petra dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) berhasil menyabet juara 2 dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 beberapa waktu lalu. “Kompetisi yang memiliki tema “Energi Untuk Negeri” ini dilakukan secara daring dan diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)., ungkap Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc., selaku Dekan FTI UK Petra.

Kondisi Pandemi COVID-19 membuat kontes ini lebih berfokus pada laporan design tanpa mewujudkan barangnya. Siapakah saja ketujuh mahasiswa ini? Mereka adalah Ivan Christian Hernando (Prodi Teknik Mesin), Dhanny Axel Yudhistira (Prodi Teknik Mesin), Michaelfin Andaya Tjahjono (Program Otomotif), Timotius Kevin Ronald Santoso (Prodi Teknik Mesin), Nandya Thomas Eulia (Prodi Teknik Mesin), Louis Soesanto (Prodi Teknik Mesin) dan Juniko (Prodi Teknik Mesin).

Meski tidak bertemu secara fisik karena pandemi COVID-19, tak menghalangi langkah tim Petranesian mencoba kemampuannya dalam ajang ini. Secara daring, pembuatan laporan desain ini dibantu oleh prodi Teknik Mesin yaitu Fandi Dwiputra Suprianto, S.T., M.Sc. Mereka pun rutin secara daring mengerjakan laporan ini agar siap dipresentasikan di hadapan para juri saat lomba.

“Kami sangat prihatin terhadap energi yang semakin lama semakin terbatas dan memiliki keinginan untuk menciptakan mobil yang ramah lingkungan. Maka dari itu kelompok kami membuat desain mobil hemat energi dengan konsep urban atau konsep mobil yang seperti pada umumnya dipasarkan (beroda empat), dimana menggunakan tenaga listrik dan didesain agar mengkonsumsi energi seminim mungkin.”, urai Ivan.

Rancangan mereka ini sesuai untuk berkendara di jalanan dengan versi di skala. Artinya dalam desain ukuran yang digunakan bukan dimensi untuk lima penumpang ataupun empat penumpang seperti kendaraan sesungguhnya dijalan raya, tetapi di desain hanya untuk satu penumpang.

Perjuangan yang tak mudah dilalui, tim Petranesian harus bersaing dengan 110 tim dari 74 universitas, institut dan politeknik dari seluruh Indonesia. Lalu apa yang tim Petranesian buat hingga memukau para juri? Mereka membuat model body yang bisa mengurangi efek dari hambatan aliran udara. Kemudian memanfaatkan komponen-komponen yang memiliki massa ringan namun tetap kuat menahan beban seperti sasis dari bahan aluminium dan bodynya terbuat dari bahan carbon fiber komposit.

Mobil yang diberi nama Petranesian 001 ini juga memiliki motor penggerak dengan efisiensi tinggi. Tak hanya itu saja, tim yang mulai menggarap desain sejak tanggal 18 September 2020 ini memasang motor langsung pada poros roda sehingga memaksimalkan efisiensi transmisi daya.

Meski kompetisi kali ini hanya sebatas desain dengan bantuan software-sofware saja namun tim ini sangat detail dengan membuat tahapan poses produksi hingga biaya. Merekapun menghadapi beberapa kendala. “Koneksi internet yang tak stabil di masing-masing lokasi tim dan ada beberapa hal yang harus dipelajari karena belum dijelaskan dalam perkuliahan merupakan beberapa kendala yang kita hadapi.”, tambah Ivan.

Tak sia-sia usaha mereka, akhirnya tim Petranesian memperoleh penghargaan Juara 2 Perancangan Aerodinamika Body kategori Urban pada 30 November 2020 yang lalu. Tim inipun berhasil membawa pulang Sertifikat, piala dan sejumlah uang. (BNW)