Terkait Hasil Pilkada, Kotak Kosong 25 Persen, KadisKominfo Gunungsitoli Gagal?

0
911

Jakarta, NAWACITAPOST – Pilkada serentak 2020, telah selesai dillaksanakan. Dari 270 Kabupaten dan Kota serta 9 Provinsi. Hanya 25 daerah yang melawan kotak kosong. Kota Gunungsitoli termasuk yang ada dalam deretan daftar itu. Adalah Lakhomizaro  Zebua – Sowa, a Laoli lawan kotak kosong.

Baca Juga : Panitia Perayaan Natal Oikumene Kota Gunungsitoli Tahun 2020 Dikukuhkan

KABARNYA kotak kosong mendapat 25 persen suara, selebihnya pasangan non kotak kosong 76 persen suara. Hal inilah yang dipertanyakan sejumlah warga di Gunungsitoli. Seharusnya kotak kosong itu hanya mendapat 5 persen suara.

Sebab, Lakhomizaro semasa menjabat sebagai Bupati Gunungsitoli (cuti karena ikut Pilkada 2020) sudah ada 21 program prioritas pembangunan yang telah dilaksanakan di Tahun 2020 yaitu Pendidikan, Kesehatan, Sosial (Pelayanan Dasar); Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Penanaman Modal (Ekonomi); Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Lingkungan Hidup, Perhubungan, Penanggulangan Bencana (Infrastruktur); dan Kantrantibmas, Fungsi (Pengawasan, Keuangan, Kepegawaian, Pemerintahan Umum, Kependudukan, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, PP dan PA (Tata Kelola Pemerintahan)).

Seharusnya Kepala Dinas Kominfo Gunungsitoli menggencarkan secara masif keberhasilan, apa yang telah dilaksanakan pemerintahan Kota ini selama 5 tahun sebelumnya.

Maka, ketika kotak kosong mendapat 2 digit, tepatnya 25 persen suara. Berarti ada dugaan yang bisa dikatakan; lupa atau disengaja?

Jika sengaja, apakah  digerakan atas kemauan sendiri, atau ada pesanan yang  memang mengharuskan itu terjadi. Langkah berikutnya bisa dilanjutkan oleh Walikota terpilih Gunungsitoli. Mengganti Kadiskominfo dengan yang baru.

Pasalnya, Kadiskominfo telah gagal melaksanakan tugasnya. Sepertinya itu solusi yang bisa melegakan sang Walikota terpilih dalam melaksanakan program-program pembangunannya berikut atau yang pernah dicapainya.