Hari HAM Sedunia, Siak Dapat Kategori Peduli

0
252

Siak, NAWACITAPOST –  Pidato Presiden Jokowi terkait hari HAM sedunia 2020. Diikuti seluruh Gubernur dan Walikota dan Bupati seluruh Indonesia.

Kepala Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Siak Jamaluddin mengikuti pidato orang nomor satu di repubkik ini melalui daring atau virtual, Kamis (10/12/2020).

Usai penyampaian Pidato Ayah dari Gibran dan Kahiyang Ayu, Jamaludin ketika  ditemui awak media, menyampaikan tentang komitmen pemerintah. Terkait rencana aksi Hak Asasi Manusia (HAM), Kabupaten Siak termasuk 200 Kabupaten/Kota yang peduli terhadap HAM.

“Untuk Provinsi Riau ada lima Kabupaten / Kota, yaitu Kabupaten Siak mendapat kategori peduli, dan empatnya lagi Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Kota Pekanbaru dalam kategori hampir peduli. Jadi Kita yang kategori tertinggi,”Ujar Jamal usai mengikuti video converence di Ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak, Kamis (10/12/20).

Kemudian kedepan, lanjut Jamal, pemerintah Indonesia maupun pusat sedang menyiapkan rencana peraturan pemerintah tentang Rencana Aksi Nasional HAM periode ke lima yakni di tahun 2021-2025.

“Jadi ini yang menjadi tugas kita kedepan untuk melaksanakan rencana aksi ini, yang terdiri dari kepedulian kita terhadap HAM diantaranya kaum perempuan, disabilitas, dan distanting. Inilah target kita yang harus kita usahakan kedepan, kemudian tentu saja ini akan kita evaluasi nanti terhadap OPD yang terkait masalah ini”terangnya.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa masalah kebebasan beribadah masih terjadi di berbagai daerah. Ia meminta agar aparat di pusat dan daerah menyelesaikan persoalan tersebut secara damai.

“Saya mendengar masih ada masalah kebebasan beribadah di beberapa tempat. Untuk itu, saya minta agar aparat pemerintah pusat dan daerah secara aktif dan responsif untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan bijak”sebutnya.

Di sisi lain, Jokowi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur juga harus di dedikasikan untuk prasarana panduan HAM. Dengan menjamin keterjangkauan hak mobilitas, kesehatan, pangan dan kebutuhan dasar yang merata termasuk bahan bakar satu harga.

“Demikian pula pembangunan sumber daya manusia dengan memastikan penurunan kasus stanting serta keterjangkauan pendidikan yang memadai, terutama di daerah terpencil dan pulau terluar.

Dan juga memberikan perhatian khusus kepada saudara-saudara kita penyandang disabilitas, kita telah membentuk komisi nasional disabilitas yang berorientasi pendekatan HAM”pungkasnya.(sokhiaro halawa)