Pjs Wali Kota Blitar Pimpin Rapat Analisa dan Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19

0
181
Pjs Wali Kota Blitar Pimpin Rapat Analisa dan Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19

Blitar, NAWACITAPOST – Pjs Wali Kota Blitar, Jumadi memimpin rapat analisa dan evaluasi Satuan Tugas ( Satgas ) Covid-19 yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangat Daerah ( OPD ) Pemkot Blitar. Bertempat di Ruang Sasana Praja Kantor Pemkot Blitar.

Jumadi mengatakan pada Jumat (27/11/2020). Menurut data yang disajikan dari Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Mardi Waluyo Kota Blitar adanya pergerakan data konfirmasi positif. Yakni penambahan angka positif yang relative banyak, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

“Bulan sebelumnya yang hanya sejumlah 22 kasus, namun dibulan November ini terdapat 46 kasus yang terkonfirmasi positif,” kata Jumadi.

Oleh karenanya, Jumadi akan melaksanakn kajian ulang terkait dengan kebijakan penanganan Covid-19 yang telah dilakukan. Dua hal, yakni tentang upaya preventif dan upaya represif yang melibatkan Polres Kota Blitar dan Kodim 0808.

Baca Juga : Polres Serang Kota dan Satgas Covid-19 Razia Tempat Prostitusi

“Telah dijelaskan oleh Direktur RSUD Mardi Waluyo, bahwa sudah memiliki akun all new record. Pemeriksaan hasil swab tidak menunggu lama lagi hasil test swab menunggu 5-6 jam, dengan kapasitas per harinya mencapai 200 sempel,” tutur Jumadi.

Lebih lanjut Jumadi, MOU sebelumnya antara Pemkot Blitar dan RSUD Srengat untuk dilakukan review. Agar tidak kembali terjadi tumpukan sempel yang mengakibatkan terlalu lamanya hasil test swab keluar.

Kekhawatiran salah satunya yang menjadi lamanya hasil test swab bisa berhari-hari. Karena itu bilamana ada seorang yang akan melakukan test bisa berpergian secara bebas selama hasil testnya belum keluar. Sementara kita tidak tahu yang bersangkutan negative atau positif. Jika positif itu berarti bersangkutan bisa menjadi sumber cluster baru.

“Pemkot Blitar juga menggunakan peran Camat dan Kelurahan dapat memberikan kepada warga masyarakat, untuk dilakukan penanganan secara cepat, apabila terdapat warga yang mengalami gejala berat atau ringan. Kemungkinan terburuk dapat diantisipasi dengan baik dan cepat agar tidak meluas terhadap orang lain,”pungkas Jumadi. ( adv/humas/fm)