Pak RW Muda Ini Ajak MA-Mujiaman Sapa Warga Simolawang

0
102

Surabaya NAWACITAPOST – Kegiatan sapa warga oleh Paslon Machfud Arifin-Mujiaman memang selalu menarik untuk diikuti. Selain atraktif dan selalu membawa keceriaan, sapa warga MA-Mujiaman selalu memberi harapan nyata kepada masyarakat, khususnya solusi untuk menghadapi problematika warga kedepannya.

Bersinergi dengan Relawan Ikatan Machfud Arifin Mujiaman Menang (IMAM), pagi ini, Sabtu (21/11/20), Mujiaman Calon Wakil Wali Kota Surabaya menyapa warga RW08 Kelurahan Simolawang-Simokerto.

Hadir dalam kesempatan itu, beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat bersama pengurus RW dan RT, serta dari ibu-ibu kader PKK, Posyandu, Bumantik dan warga lainnya.

Membuka acara, tokoh agama dan sekaligus tokoh masyarakat Haji Ismail mengaku kagum dengan apa yang menjadi pedoman hidup Machfud Arifin sebagai mantan Kapolda tiga kali, yakni “Sebaik-baiknya manusia, adalah yang bermanfaat bagi sesamanya”.

Dari situlah, sosok paslon nomer 2 ini layak diberi kesempatan untuk memimpin kota Surabaya.

Haji Ismail menganggap pasangan MAJU adalah sosok yang Peduli membantu sesama dan selalu bersyukur. “Apabila beliau-beliau diberi kesempatan, maka saya meyakini kota Surabaya menjadi kota yang berkeadilan terhadap seluruh warganya,” tegas Ismail.

Hal senada dikatakan oleh Romndoni, Ketua RW08 yang membawahi 7 RT ini mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Paslon nomer 2.

Romndoni, ketua RW08 Simolawang, Simokerto – Simokerto, saat sapa warga MA-Mujiaman

Menurutnya, baru kali ini ada calon Walikota Surabaya diusung dan didukung oleh 11 partai dan baru kali ini, ada calon selevel Gubernur di Pilwali Surabaya.

Perlu diketahui, di awal pencalonannya, Machud Arifin memang agak dipaksa oleh para tokoh baik Surabaya, Jawa Timur maupun Nasional.

“Beliau memang sedikit dipaksa, beberapa hari beliau ditunjukkan kondisi yang sebenarnya di kampung-kampung Surabaya, terutama dalam hal kemiskinan dan tidak meratanya pembangunan. Terkait itulah, tekat MA-Mujiaman sudah bulat mengabdi untuk warga Surabaya,” terang Doni sapaan pak RW muda ini.

Untuk urusan 3TA (Harta, Tahta dan Wanita) bisa dikatakan beliau sudah selesai. Dalam hal harta, MA-Mujiaman sudah sangat berkecukupan. Terkait Tahta atau jabatan, mereka sudah bisa dikatakan sudah selesai dengan torehan berbagai prestasi.

 

Apalagi dalam hal pendamping hidup, ” Sudah lengkap, kini saatnya pengabdian beliau-beliau dibutuhkan untuk membuat Surabaya lebih baik,” tegas Doni.

“Maka dari itu, saya secara pribadi mengajak bapak-ibu warga RW08 Simolawang untuk bersama-sama mendukung dan terlibat langsung dalam pembangunan kota Surabaya bersama Machfud Arifin-Mujiaman. Maju Kotane, Makmur Wargane,” tandas Pemuda 28 tahun-an ini.

Hadir menepati janjinya, Mujiaman mengatakan Pembangunan kota harus merata, “Trotoar dan jalan-jalan ditengah kota diseterika sampai mengkilat, sedang di kampung-kampung kurang diperhatikan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ia bersama Machfud Arifin Calon Walikota telah menggagas program dana 150 juta per-RT per-tahun. ” Contoh di RW08 ada 7 RT, jadi dana yang disiapkan sebesar 1,05 miliar. Dana ini bisa dipergunakan sesuai kebutuhan kampung seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan UMKM, Pendidikan dan Kesehatan, juga yang lainnya tentunya dengan pendampingan dan pengawasan yang baik,” jelasnya.

” Yang jelas, perputaran dana ini harus di RW08 sehingga meningkatkan perekonomian warga disini” kata mantan Dirut PDAM Surabaya ini.

Masih ucapnya, bantuan untuk MBR di Surabaya juga belum merata, hal ini disebabkan simpang siurnya data kependudukan. Banyak warga kurang mampu belum dapat bantuan, maka kedepannya di masa Pandemi ini Ia akan menganggarkan bantuan kepada MBR yang belum tersentuh dengan 1 juta per-KK.

Revitalisasi pasar-pasar tradisional, menurut Mujiaman juga sangat diperlukan untuk penciptaan UMKM dan lapangan kerja. ” Pasar turi yang sudah mati selama 13 tahun tidak akan saya kubur, tapi akan dihidupkan kembali,” kata Mujiaman.

Ia menjelaskan, di pasar turi ada 10 ribu stan. Bila satu stan ada 1 pemilik dengan 2 orang pekerja, maka akan menampung minimal 30 ribu orang yang bekerja. Belum lagi pekerja-pekerja yang lain seperti petugas parkir, petugas kebersihan dll. Begitu juga dengan pasar tunjungan yang dulu pernah jaya dan sempat dibuat lagu. Disitu juga bisa digunakan untuk pasar wisata oleh-oleh khas Surabaya atau sebagai wadah kreatifitas warga sehingga dapat meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat.

Begitu juga dengan pasar-pasar yang lain, termasuk THR, Hi-tech mall dan TRS.

Untuk kasus THR, Mujiaman menilai pejabat di Surabaya kurang mengerti tentang kesenian bahkan cenderung tidak menghargai para pekerja maupun pecinta seni.

Tetakhir, Mujiaman berpesan agar masyarakat tidak percaya begitu saja kalau ada calon Walikota yang suka meniru-niru program atau bahkan mengatakan sudah pernah memberikan dana RT, ” Adakah RT disini yang sudah pernah dibantu 185 juta per-tahun ?” tanya Mujiaman

Prioritas pembangunan MAJU adalah pembangunan di kampung-kampung di bantaran Rel KA dan Sungai serta kampung tertinggal lainnya, pungkasnya. (BNW)