Ratusan Alfamart dan Indomart Buka tak Berijin, Dewan : Ini Preseden Buruk

0
152

Surabaya NAWACITAPOST – Banyak minimarket Alfamart dan Indomart diduga telah habis masa ijinnya sekitar bulan April 2020, namun sampai hari tetap dibuka dan masih berjualan.

Tetkait hal ini, Mahfudz sekretaris komisi B DPRD Surabaya mengaku sudah mendengar dan diperkuat kebenarannya oleh Kepala Disperindag Surabaya Wiwik Widayati bahwa ratusan dari minimarket tersebut sudah habis perijinannya.

Ratusan mini market ini, menurut Mahfudz harus ditutup karena memang ijinnya habis. ” Kalau tidak ditutup, berarti sudah melanggar Perda,” tegasnya kepada media, Senin (16/11/20)

Mahfudz kurang menerima penjelasan Disperindag yang memberikan dispensasi dengan alasan masa Pandemi. Menurut Mahfudz, ini ada pembiaran karena masa ijinnya sudah habis sejak April dan berarti sudah 7 bulan berjalan.

” Sampai 7 bulan berjalan ini tidak ada tindakan apapun dari Disperindag. Seharusnya ditutup dan diplang,” ujar Politisi PKB ini.

Kalau memang Disperindag tidak bisa menyampaikan kepada Satpol PP biarlah Komisi B yang menyampaikan.

” Biar kami yang menyampaikan, jangan tebang pilih,” lanjut Mahfudz.

Sementara, masih Mahfudz, saat ini warkop-warkop mulai didata untuk kemudian akan ditarik retribusi. ” Saya juga kurang tahu dinas apa yang mendata, tapi Ini sudah ada laporan dari banyak pemilik warkop, pertanyaannya kenapa ini tidak ada alasan pandemi,” tanya Mahfudz.

Justru warkop ini akan dikenai restribusi disaat pandemi, tapi Alfamart dan Indomart yang ijinnya sudah habis berbulan-bulan dibiarkan. ” Ini kan lucu,” katanya.

” Ini sudah terbalik, yang besar dibiarkan, yang kecil diumek (dibuat susah.red). Warkop ini rakyat yang pingin makan aja, kalau Indomart Alfamart ini kan perusahaan besar,” urai ketua Garda Bangsa Surabaya tersebut.

Mahfudz mengajak masyarakat sama-sama melihat pembuktiaannya terkait penjelasan Disperindag yang katanya sudah mengirimkan 3 kali surat peringatan dan sudah mengirimkan permohonan ke Satpol PP. “Bener tidak hal itu, nanti akan kita kroscek dan kita panggil semuanya.”

Apabila hal ini tidak benar, menurut Mahfudz artinya ada kerjasama. ” Saya tidak tahu kesalahannya dimana, tapi seharusnya ada ketegasan, jangan tebang pilih. Kalau perlu tutup aja Indomart dan Alfamart,” tegasnya.

” Pandemi jangan jadikan alasan untuk hal ini. Tujuh bulan Alfamart dan Indomart diberi dispensasi, sedang warkop-warkop akan dikenakan restribusi. Ini preseden buruk menurut saya, ” kata Mahfudz.

Mahfudz berjanji, setelah pembahasan APBD, komisi B akan segera memanggil secara khusus Disperindag bersama Satpol PP tentang langkah tegas mereka. (BNW)