Label BBM Premium di SPBU di Tanjungpinang Dicopot

0
250
Foto : Salah Satu SPBU di km 8 Tanjungpinang, konsumen membludak, antrean berjam - jam

Tanjungpinang, NAWACITAPOST – Kelangkaan premiun di pusat pemerintahan Provinsi Kepri (Kepulauan Riau) masih bekelanjutan alias belum teratasi. Pengguna BBM premiun terus membludak. Perlu waktu berjam – jam untuk mendapat giliran antrean pengisian bahan bakar bagi konsumen. Meskipun memang walikota Tanjungpinang Hj. Rahma telah mengundang rapat bersama. Tak lain untuk menyelesaikan kondisi kelangkaan premium namun sampai berita ini ditayangkan belum teratasi.

BACA JUGA: Hilarius Duha Berpeluang Besar Kalahkan Idealisman Dachi

Dalam rapat gabungan Hj. Rahma dengan nada serius mengatakan. “Saya tidak mau melihat antrean panjang untuk pengisian BBM,” tegasnya. Atas pertemuan rapat koordinasi walikota Tanjungpinang yang mengundang pihak PT. Pertamina, direspon Pertamina marketing regional I. Wilayah Sumbagut akan tercukupi stok premium dan pertalite di Kepri. Namun cuma isapan jempol belaka. Kelangkaan BBM belum teratasi.

BACA JUGA: Korban Janji Palsu Program Pendidikan Gratis di Nias Selatan Tidak Jelas

Pantauan wartawan Nawacitapost di Tanjungpinang, sejumlah besar SPBU di kota Tanjungpinang  tidak menjual premium. Ada 9 SPBU di Tanjungpinang. Sekitar 2 hingga 3 SPBU penjual premium dengan waktu pelayanan sekitar 90 menit saja. Selain itu, label premium di SPBU dicopot para agen yang mendistribusikan bahan bakar premium. Lantas bagaimana sikap pemerintah dan aparat hukum atas kelangkaan bahan bakar premium? Kita lihat nanti. (na)

BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada