Rakyat Menjerit Gas Subsidi 3 kg Langka dan Harga Meroket

0
202
Rakyat Menjerit Gas Subsidi 3 kg Langka dan Harga Meroket

Tanjungpinang, NAWACITAPOST – Berbulan-bulan dialami kelangkaan bahan bakar gas 3 kg bersubsidi di Tanjungpinang yang mana kini harga sudah mulai menggila. Kelangkaan bahan bakar dapur dan premium terus berlanjut terkesan dipupuk tanpa perhatian pengambil kebijakan di daerah.

Seorang pemilik pangkalan yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan Nawacitapost mengatakan pada Minggu (1/11). Para penyalur Elpiji bersubsidi seakan bertindak semaunya tanpa memperhatikan sosial ekonomi kepentingan rakyat yang diberi kepercayaan pemerintah pada saat pengurusan perizinan.

Jeritan warga kota Tanjungpinang atas permainan para agen dan pemilik pangkalan gas membariskan warga pengguna bahan bakar. Yakni dengan antrean mendapatkan gas 3 kg untuk kebutuhan utama rakyat.

“Ulah para agen dan pangkalan gas meminta fotokopi ktp dengan alasan, di data baru mendapatkan gas besok harinya dengan meninggalkan tabungnya dan bayar dulu besok baru dapat gas,” ucap NN.

Meskipun ratusan tabung gas 3 kg berisi tapi tak disalurkan. Jurus berikutnya pangkalan kosong gas pada tempat non pangkalan harga gas 3 kg menembus hingga Rp 27.000 per tabung. Kondisi kelangkaan gas telah terjadi semenjak Hari Raya Idul Adha, berbulan sudah tak kunjung teratasi oleh pemerintah daerah.

“Oknum pejabat bertindak seperti orang buta tanpa ada beban. Seakan tidak melihat jeritan hati masyarakat yang mengeluh tanpa bahan bakar gas disaat kondisi ekonomi yang semakin sulit saat pandemi covid 19,” lanjut NN.

Sebelumnya, Nawacitapost mencoba mengkonfirmasi ke Kabag Ekonomi dan Kadis (Kepala Dinas) Perdagangan dan Industri Pemko Tanjungpinang Minggu lalu. Namun disayangkan tidak berada di tempat. Sehingga tidak ada jawaban atas kelangkaan gas 3 kg di kota Tanjungpinang.

Meskipun Pemko Tanjungpinang telah menaikkan harga gas dari Rp 15.000 menjadi Rp 18.000, tidak membuat para agen mampu mencukupi kebutuhan bahan bakar warga kota. Berbagai pihak mengharapkan tanggung jawab para agen dan pangkalan elpiji 3 kg harus memenuhi tanggung jawabnya untuk mendistribusi pada masyarakat kota Tanjungpinang.

Dari pengamatan wartawan beberapa tahun ini, sepertinya para agen yang bermodal besar hanya mementingkan keuntungan yang berlipat ganda. Maka untuk itu, masyarakat meminta pemerintah kota jangan tutup mata. Tindak keras agen yang tidak tunduk pada ketentuan yang berlaku. (na)