Surabaya NAWACITAPOST – Masa Reses atau masa istirahat anggota Dewan, digunakan sebaik-baiknya oleh Pertiwi Ayu Krishna Anggota DPRD kota Surabaya dari Partai Golkar.  Kali Reses yang ke-II tahun anggaran 2020 ini dimanfaatkan Ayu untuk menjaring aspirasi warga Simolawang Gg. 6, RT 05 RW 08 , Kelurahan Simokerto Kecamatan Simokerto yang memang merupakan Daerah Pilihan (Dapil) yang telah memilih dirinya menjadi Wakil Rakyat, Senin (19/10/2020) siang.

Agenda reses di wilayah Simolawang Gg. 6 RT 05, RW 08 Surabaya,  sebagian melalui virtual dan tatap muka dihadiri warga, tokoh masyarakat dan karang taruna setempat, dengan menggunakan protokol kesehatan.

Keluhan yang disampaikan oleh warga setempat, antara lain soal kependudukan melalui online, saat ini warga merasa sangat rumit dalam mengurus akte kelahiran dan kematian termasuk E-KTP, ,” Ucap Ibu Susi

Selain itu, pendataan penerima manfaat diakui masih ada, tetapi penerima manfaat sampai sekarang hanya lima orang, padahal sesuai data  seharusnya lebih  , tetapi seakan akan di anak tirikan, dan juga soal lampu PJU,” ucap Khoirul Anwar mantan ketua RT.

Selanjut Ibu Cici Kader Posyandu Melati II mengatakan, Masalah sarana dan prasarana posyandu saat ini sangat membutuhkan alat timbangan meja untuk  bayi berusia 0 sampai 24 bulan, tapi sampai sekarang belum ada sama sekali.

Mendengar keluhan kader posyandu tersebut, Anggota DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna langsung merespon dan membantu  berupa uang pribadi tanpa proposal untuk dibelikan alat timbangan meja untuk bayi tersebut.

“Itu tidak usah pakai proposal nanti saya kirim uang pribadi ku lewat bu RT untuk membeli alat timbangan meja untuk bayi, nggeh bu,” balas Ayu dihadapan kader posyandu.

Baca juga :  KRI Pollux-935 Resmi Perkuat Jajaran TNI AL

Menanggapi aspirasi dan keluhan warga tersebut, Anggota DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna mengatakan, beberapa aspirasi hingga keluhan yang disampaikan oleh warga tadi paling banyak soal kependudukan E-KTP.

“Paling banyak soal kependudukan secara online mulai mengurus akte kelahiran dan kematian termasuk E-KTP ,” ujarnya. ditemui usai reses.

Selain itu bunda Ayu juga mengatakan, ada juga dua masalah tanah yang nanti akan diundang menghadap ke Komisi A DPRD Kota Surabaya.

“Kalau masalah tanah nanti kita undang untuk menghadap ke komisi A,” terang Pertiwi Ayu Krishna akrab dipanggil Bunda Ayu.

Ada pula soal bantuan dari Pemerintah Kota yang dinilai oleh warga tidak sesuai dengan data yang diberikan kepada RT, lanjutnya.

“Ada lagi masalah bantuan yang sudah turun tapi belum merata juga soal lampu PJU belum LED, apalagi tadi ada salah satu warga mengatakan wilayah sini seperti di anak tirikan,” papar Ayu.

Selesai reses kader Posyandu Melati II mengucapkan  terima kasih, atas pemberian timbangan meja untuk bayi dari Bunda Ayu, karena Semenjak saya jadi kader posyandu hampir 12 tahun dan sudah 2 kali ganti ketua posyandu belum dapat alat timbangan meja untuk bayi, akhirnya saya ajukan ke Bunda Ayu, Alhamdulillah diberi oleh Bunda Ayu.

Menurut Penasehat Fraksi Golkar ini, Surabaya Kota besar seharusnya tidak boleh seperti seakan akan menganak tirikan salah satu kampung seharusnya pembangunan kampung merata dan jangan sampai tebang pilih.

“Itu artinya mendiskriminasi dan itu sering kali saya katakan di Badan Anggaran (Banggar), apalagi saya tidak pernah dapat jasmas secara full bahkan tidak ada 1/3 nya,” ungkap Ayu.

Dengan adanya reses turun ke masyarakat, menurut Anggota DPRD Surabaya ini, Pemerintah kota harus juga menyadari karena ini kebutuhan masyarakat yang harus segara ditangani.

Baca juga :  SUBSATGAS GULDAM WABAH COVID-19 LANTAMAL V BERKOMITMEN STOP CORONA VIRUS

“Kalau bisa Pemerintah Kota segera menangani dengan baik baik aspirasi maupun keluhan masyarakat ini,” tutup Ayu. (*)