Geram, Arif Fathoni Sangkal Fitnah Machfud – Mujiaman

0
811
Unggahan Airf Fathoni dalam Media Sosial Facebooknya, Senin (18/10/20)

Surabaya NAWACITAPOST – Dalam sebuah Kontestasi Pilkada dipastikan banyak fitnah ataupun kampanye hitam yang menjadi makanan sehari-hari ‘Kaum Medsos’. Begitu pula, kegeraman yang disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni dalam status akun Facebook-nya.

Terlihat, Ia tak terima dengan tudingan bahwa Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Mujiaman hanya akan merusak kota apabila terpilih di Pilkada 2020.

Dalam unggahan-nya Arif Fathoni yang juga Anggota Komisi A DPRD Surabaya mengatakan,” Orang mau membangun kota secara adil dan merata kau bilang mau merusak apa yang sudah dibangun, hatimu terbuat dari apa? apa karena tertutupi kehendak sang tuan pemilik tanah oloran di timur Surabaya,’ kata Toni dalam status medsosnya, Senin (18/10/20)

Dihubungi via telpon, Toni menjelaskan, tanah oloran di sepanjang tepi pantai timur Surabaya banyak dikuasai pengembang dengan pemilik modal besar. Disini Ia menduga, penguasa Surabaya tidak ingin terusik kepentingannya ketika berganti kepemimpinan.

Di postingannya Toni juga menulis,” Orang mau membangun Pasar Tunjungan yang mati, kau bilang mau merusak kota? lalu hatimu terbuat dari apa hingga tidak melihat jeritan para pedagang dan pernak perniknya?” katanya.

Menurut Toni, saat ini ada upaya penjegalan dari penguasa Surabaya sekarang dengan menggiring opini masyarakat bahwa kalau bukan pilihanya maka wali kota ke depan hanya akan merusak apa yang sudah dibangun.

”Ini sama sekali tidak benar dan jahat sekali mempermainkan psikologi massa untuk kepentingan kekuasaan dengan mencitrakan pesaing hanya akan merusak program-program yang sudah berjalan,” katanya.

Toni menegaskan, niatan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman tulus bersama rakyat membangun Kota Surabaya. Sebab, dari sisi keekenomian dan ambisi kekuasaan, kedua orang tersebut sudah tuntas sehingga dirinya memastikan keduanya benar-benar tulus mengabdi.

Pada paragraf ketiga di FB-nya, Toni menulis,” Orang mau kasih dan pembangunan Rp150 juta per tahun ke RT kau bilang mau merusak kota, lalu hatimu terbuat dari apa atas jeritan warga yang tidak mendapatkan layanan infrastruktur dasar secara merata?,” tulisnya.

Untuk hal ini Toni menilai, hal ini aneh lantaran ada orang bekeinginan tampil untuk memajukan Kota dengan melibatkan partisipasi semua lapisan masyarakat, namun disebut hendak merusak kota.

Selanjunya,” Orang mau bawa pembangunan kota dengan melibatkan semua pihak, kau bilang mau merusak kota, lalu hatimu terbuat dari apa, hingga dengan siapapun wakilmya kau campakan,” ujarnya.

Terkait tulisannya ,” Orang mau kasih Bantuan Langsung Tunai 1 juta per KK, kau bilang mau merusak kota, lalu hatimu terbuat dari apa, ketika masih ada rakyat miskin yang sudah diusulkan dapat bantuan oleh Ketua RT namun tidak kunjung dapat bantuan hingga para Ketua RT di kejar oleh warganya??, Toni menjawab,” Apakah yang akan dirusak karena ini merupakan tanggung jawab Pemerintah,” cakapnya.

Di paragraf terakhir, Toni menulis,” Sebenarnya hatimu terbuat dari apa? hingga hobimu hanya marah, nangis dan bersujud bukan kepada Tuhan YME.”

Ditanya apakah status tersebut sindiran terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Toni mengatakan biar masyarakat yang menilai. “Saya kira masyarakat paham lah,” katanya.

Begitu geramnya, dalam postingannya diberikan tagar #ElegiTopengKepalsuan dan #SangMegaloman.

Dipahami, Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 1 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo. (BNW)