Pelaku Penyelundupan Sabu 60 Kilogram Ditembak Mati

0
171
Pelaku Penyelundupan Sabu 60 Kilogram Ditembak Mati

Aceh Timur, NAWACITAPOST- Penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 60 kilogram jaringan internasional di kawasan Bagok, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Aceh, digagalkan aparat. Hal ini disampaikan oleh Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada. Dia mengatakan pada, Rabu (7/10/2020). Salah seorang penyelundup sabu, SS, 27, ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap pada Sabtu, 3 Oktober 2020, pukul 00.30 WIB. SS diduga sebagai pengatur penyelundupan 60 kilogram sabu-sabu jaringan internasional, pelaku ditembak mati karena melawan saat ditangkap dan pelaku SS juga menggunakan senjata.

Baca Juga : Pengganti Asuransi Jiwasraya Akan Terbentuk Akhir 2020

Selain SS, Wahyu mengungkapkan ada tiga pelaku lain. MM, 38, mendapatkan tembakan di pinggul, sedangkan JU, 18, dan SM, 24, ditembak di betis. Mereka dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat ditangkap. Penangkapan bermula saat keempat pelaku hendak menyelundupkan narkoba melalui jalur laut. Para pelaku menumpang perahu motor dan berlabuh di Pantai Krueng Matee, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Melihat ada mobil dengan nomor polisi BK 1557 BN di wilayah itu, tim patroli langsung menghubungi personel di darat. Petugas kemudian membuntuti pelaku dan menggerebek rumah milik MM dan menyita 60 bungkus teh cina berisi sabu-sabu dengan berat keseluruhan mencapai 60 kilogram. Barang bukti lainnya yang disita adalah satu mobil, dan satu telepon genggam.

Pelaku SS selain mengatur penyelundupan 60 kilogram sabu-sabu, juga diduga ikut terlibat penyelundupan 45 kilogram sabu-sabu lainnya. Sehingga total penyelundupan yang dilakukan SS mencapai 105 kilogram.

Para pelaku di jerat dengan tindak pidana pencucian uang untuk menelusuri harta benda mereka. Berdasarkan tindakannya, para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) dengan subsidair Pasal 115 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta paling berat dengan hukuman mati.