Partai Gelora : MA-Mujiaman ada ‘Obat dan Kabar Gembira’ bagi Surabaya

0
250

Surabaya NAWACITAPOST – Aura kemenangan Machfud Arifin – Mujiaman Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya kian terlihat dengan semakin banyaknya mendapat dukungan, dan saat ini dukungan diberikan oleh seluruh kader Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia di Surabaya.

Diketahui bersama, Partai Gelora merupakan partai pendatang baru yang dibentuk oleh Anis Matta mantan Ketua Umum PKS, namun dari segi kader, Partai Gelora sudah siap di kelurahan bahkan sudah menginjak ke akar rumput Surabaya.

Ketua DPD Partai Gelora Indonesia kota Surabaya, Doddy Eka Putra menceritakan bahwa dukungannya sudah dimulai Februari 2020. ” Kata kuncinya ada kita ingin Surabaya menjadi lima besar kota terbaik didunia, dan setelah kita kaji dengan dalam pilihan kita mantapkan di pasangan Machfud Arifin – Mujiaman untuk kita dukung menjadi Walikota dan Wakil Walikota Surabaya kedepan,” kata Doddy saat Deklarasi dukungan Partai Gelora Indonesia kepada Machfud Arifin – Mujiaman di Mirama Mercure Darmo hotel, Minggu (4/10/20)

Dalam hal ini, Doddy bersama Partai Gelora Indonesia mengakui bahwa MA sebutan Machfud Arifin, sudah sangat teruji dalam kepemimpinan. ” MA sudah terbukti berhasil dalam perjalanan kepemimpinannya di Instansi kepolisian,” ujarnya

Pak MA juga menurut Doddy mempunyai ketulusan untuk berkonstribusi membangun Surabaya. ” Dia sudah Jendral, dalam hal ekonomi juga sudah sangat mapan. Mau apalagi selain niat baik untuk berkonstribusi membangun Surabaya sebagai kota kelahirannya.”

Selain Religius dan dekat para Kyai, Doddy menilai MA sebagai orang yang peduli terhadap orang lain. ” Dalam setiap wilayah yang Beliau pimpin sebagai Kapolda, pak Machfud selalu membangun Masjid. Dan dalam prasasti Masjid Arif Nurul Huda di komplek Mapolda Jatim tertulis ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain’, disitu saya semakin yakin bahwa pak MA adalah orang baik,” paparnya.

Pak MA, masih Doddy, juga merupakan sosok yang fleksible sekaligus Visioner,” Maka saya yakin dengan MA-Mujiaman, Surabaya akan menjadi lima kota terbaik di dunia,” tegas Doddy.

Dengan pertimbangan hal tersebut, kata Doddy, DPD Partai Gelora Indonesia kota Surabaya akan full power untuk memenangkan MA-Mujiaman yang saat ini sesuai survey sudah mencapai 58 persen. ” Kita ndak mau sesumbar, tapi saat ini kita sudah menyiapkan 5 orang di tiap TPS. Jadi kalau hitung-hitungan, minimal kita bisa menyumbang 30.000-an suara,” tukas Doddy.

Senada dengan itu, Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Timur Muhammad Sirot menegaskan, Surabaya harus dipimpin orang yang sudah teruji, dirinya tidak mau dipimpin oleh seorang yang ‘Karbitan’. ” Surabaya sudah bagus, tapi kalau kita salah pilih orang, maka akan menjadi musibah bagi Surabaya,” katanya.

Mengapa Partai Gelora mendukung MA-Mujiaman, Sirot kembali menegaskan bahwa pasangan ini memiliki kapasitas pepemimpinan dan manajerial untuk membangun kota Surabaya.

” Dengan APBD lebih dari 10 triliun, dan berbagai masalah ketimpangan angka kemiskinan masih 5,7 persen, tidak bisa diselesaikan oleh orang yang tiba-tiba muncul dan bersembunyi dibawah Pimpinan sebelumnya. Kehadiran MA-Mujiaman merupakan obat sekaligus ‘Kabar Gembira’ bagi masyarakat Surabaya,” tegas M. Sirot.

Disuasana berbeda, Sirot juga berharap Pemerintah melalui pihak penyelenggara maupun pihak pengawas pemilu harus ada ditengah dan menjunjung tinggi keadilan. ” Pemerintah harus ada ditengah, tidak kekanan atau kekiri karena mereka adalah regulator. KPU dan Bawaslu harus Netral tidak tebang pilih. Terkait ketidakadilan, kita akan mengupayakan Advokasi,” katanya.

” Betapapun banyak kecurangan-kecurangan, saya yakin rakyat akan berpihak. Dan partai-partai siap mem-back up,” ujarnya.

Dihadapan kader Partai Gelora Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya sambatan terkait banyak dihambat dalam proses kampanyenya, terutama dalam hal pemasangan baner yang sering diperlakukan tidak  adil. ” Kemarin saya melihat banyak baner dari sebelah di jalan Kusuma Bangsa. Kemudian tim mencoba ikut pasang beberapa baner hampir bersandingan. Tapi tidak sampai 7 jam, baner kita sudah hilang dan anehnya baner paslon sebelah tetep ada. Sepertinya ada keberpihakan dari aparat. Apakah Partai Gelora membiarkan hal ini ?” tanya Machfud dengan cirikhas nada kerasnya.

Surabaya memang indah dalam hal tamannya, tapi masyarakat tidak hanya butuh itu. Surabaya harus berkelas dan harus bisa bersaing dengan negara-negara maju lainnya. ” Kita akan mengejar ketertinggalan pembangunan dengan melakukan loncatan-loncatan tidak hanya naik melalui tangga. ” Kalau perlu kita langsung pakai lift, jangan hanya tangga,” hentak MA.

Surabaya kota nomer dua, katanya, tapi hanya dibandingkan dengan Semarang. ” Coba lihat kalau Makasar, Balikpapan atau Palembang yang sudah sangat hebat.”

Ketika menjalani aktivitasnya masuk ke kampung-kampung Surabaya pun MA mengaku miris,” Masih banyak warga Surabaya yang buang hajat disungai, masih banyak warga yang masak dikuburan,,, miris, dan ini Fakta di Surabaya. Kalau seperti ini pantaskah Surabaya disebut kota Metropolitan ?

Belum lagi warga yang tinggal dilorong-lorong kecil. Kalau ada yang meninggal, masak yang mati disuruh jalan sendiri. Apakah ini mau diteruskan ?” tanyanya kepada hadirin.

Surat ijo, menurut MA, masih tidak jelas nasibnya. ” Terkait penyelesaian Surat Ijo, saya masih ingat janji Walikota pada saat kampanye 10 dan 5 tahun yang lalu. Apa rakyat mau dibohongi lagi,” tanyanya kembali.

APBD di Surabaya mencapai 10 triliun lebih, tapi petugas Bumantik cuma dapat Rp. 28.200. Itu berbanding terbalik dengan kota Mojokerto yang hanya 10 persen besar APBD dibanding Surabaya.

” Di Mojokerto, petugas Bumantik diberi insentif Rp. 50.000, itupun tanpa ada potongan meski APBD nya jauh di bawah Surabaya. Bila dikehendaki rakyat untuk menjadi Walikota, Saya akan naikkan insentif seluruh pengurus dan relawan di setiap RT/RW dan LPMK mengingat tugas-tugas mereka begitu berat. Ini sudah melalui kajian beberapa ahli dan sangat bisa untuk direalisasikan,” ujar MA yakin.

Pekerjaan rumah masih sangat banyak di Surabaya, termasuk di sektor pendidikan, kesehatan sekaligus revalitasi pasar sebagai pusat perekonomian masyarakat kecil. ” Dari 81 pasar, yang masih aktif tinggal 59 itupun 14 pasar sudah mati suri termasuk pasar turi dan pasar tunjungan,” katanya, Minggu (4/10/20)

Ada yang bilang mustahil kita dapat membuka 100.000 lapangan kerja, ” Saya tinggal membuka kembali Pasar Turi yang didalamnya terdapat 10.000 pedagang. Dari Pasar Turi saja akan menampung ratusan ribu pekerja, tapi tentunya harus melalui proses yang benar, dan hal itu sudah kita kaji dengan dalam bersama para ahli hukum,” kata MA.

Untuk meminimalisir kemacetan, di Surabaya juga harus ada transportasi massal yang memadai. MRT, LRT dan lainya. ” Jangan kayak sekarang, naik bus bayar pakai botol. Disini tugas pemerintah adalah mengupayakan tranportasi massal yang murah. Selain mencegah kemacetan, juga memberi kemudahan kepada masyarakat menjalankan aktifitasnya untuk menjalankan proses ekonomi,” tegas MA.

MA juga berjanji, untuk memastikan pembangunan merata disetiap kampung, di masa jabatannya nanti akan mengucurkan dana 150 juta per-RT per-tahun, selain itu juga ada bantuan 1 juta per-KK bagi warga tidak mampu terlebih di masa Pandemi yang memang banyak hambatan dalam bekerja. Hal itu tentunya diiringi pembinaan dan pengawasan yang ketat dari semua pihak.

Agar semua program dapat terwujud, MA mengajak semua kader Partai Gelora yang hadir untuk bersama-sama membangun Surabaya dalam ‘Super Tim’. Mari bersama kita wujudkan ‘ Maju Kotane, Makmur Wargane’,” pungkas Machfud Arifin.

Terkait kampanye Damai dan sehat MA mengaku akan mematuhi segala aturan dan siap datang apabila kembali ada undangan penandatanganan Pakta Integritas baik dari penyelenggara dan Bawaslu, maupun dari pihak keamanan. (BNW)