Aktivis KAMI yang pro pemerintah ini mengklaim sudah mematuhi protokol pencegahan virus corona. Mereka mengklaim massa sudah memakai masker. Saat acara deklarasi dimulai, mereka juga mengaku akan menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan. Namun pada akhirnya mereka menuruti imbauan aparat kepolisian untuk membubarkan diri. Koordinator aksi Nurhamdi mengatakan. Sebenarnya hanya ingin deklarasi simbolis saja di Tugu Muda sekitar 15 orang. Dan rekan-rekan ada sekitar 50 orang.
Baca Juga : Erick Thohir Disambut Baik Jika Bergabung Menjadi Kader Partai NasDem
KAMI Pro Pemerintah mulanya ingin menggelar deklarasi sekaligus menyatakan sikap dukungan kepada pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi pandemi virus corona. KAMI Pro Pemerintah juga mengutuk kelompok-kelompok yang berupaya memecah belah NKRI dan membuat gaduh. KAMI Pro Pemerintah mengklaim sudah mendeklarasikan diri di Aceh dan Yogyakarta. KAMI Pro Pemerintah berbeda dengan KAMI yang digalang Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan beberapa tokoh lainnya. KAMI yang dideklarasikan Gatot memiliki kepanjangan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Mereka sempat menjadi sorotan publik beberapa hari terakhir lantaran acara deklarasi dibubarkan di Surabaya, Jawa Timur lantaran tidak mendapat izin dari Gugus Tugas Covid-19 setempat. Selan beberapa hari kemudian, KAMI juga dibubarkan saat ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.