Gudang Pengepakkan Pupuk di Pinang Sebatang Barat Resahkan Masyarakat: Lawyer PT. ACS Belum Dapat Intruksi DLHK Siak

0
309

SIAK NAWACITAPOST.COM– Santernya pemberitaan media dan sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang Gudang penampungan berbagai Jenis Pupuk di wilayah Kabupaten Siak, mendapat tanggapan responsif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Siak.

Pasalnya, PT. Accillan Cipta Sejahtera (ACS) yang merupakan pemilik Gudang Pengepakan berbagai Jenis Pupuk dari luar negeri ini selalu menghindar dari konfirmasi awak media.

Ketika keberadaan Gudang Pengepakkan Pupuk milik Annas ini dikonfirmasi. Bukannya pemiliknya langsung memberikan keterangan melainkan menghadapkan seseorang yang mengaku Lawyers kepada media.

Dalam keterangannya, Lawyers ini malah menyalahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Siak.

Keberadaan Gudang Pengepakkan berbagai jenis Pupuk yang disuplai dari luar ini, merasa benar dan kuat di Bak Up salah seorang yang mengaku Advokat dan atau Lawyers.

sementara itu, menyikapi laporan dan keresahan masyarakat terkait keberadaan Gudang Pupuk ini, membuat pemerhati lingkungan, LSM dan wartawan bersama pemilik lahan di sekitaran lokasi Gudang Pengepakkan Pupuk ini turun langsung ke lapangan.

Dari hasil investigasi pihak Pemerhati linglungan, LSM dan wartawan bersama pemilik lahan tanggal 24 September 2020 di sekitaran lokasi itu dan pemilik lahan di sekitar lokasi itu benar-benar tercengang melihat kerusakan lahannya akibat pengepakkan pupuk yang tidak diketahui asal usulnya itu.

Selain lahan warga rusak dan juga terjadi dugaan pencemaran lingkungan akibat Pupuk milik PT. Acillia Cipta Sejahtera (ACS) itu.

Pantauan media ini dan ditambah keterangan warga sekitar bahwa areal lokasi Pergudangan Pupuk miik PT. ACS diperdiksi kurang lebih 5 hektar dan berapa tahun sudah beroperasi.

Mengenai masalah jenis-jenis pupuknya dan juga masalah izinnya, kami tidak mengetahuinya karena Gudang Pupuk milik PT. ACS ini telah dipagar tembok sehingga sulit terlihat.

Salah satu pemilik lahan ED (68) menyatakan kepada awak media dan LSM. Sejak Keberadaan PT.Accillian Cipta Sejahtera ini. Lahan kebun saya rusak.

“Benar ya, selain lahan saya rusak dan juga tanaman kehidupan didalamnya sebagian mati akibat pembuangan sisa-sisa pupuk itu diarahkan ke areal kebun saya,” kata ED.

Perlu diketahui bahwa limbah dari hasil cucian sisa-sisa pupuk yang mengadung zat kimia dari gudang yang di salurkan di sungai menuju lahan kebun saya itu sehingga lahan saya tertimbun pasir 2 hektar akibat perusahaan PT.Accillian Cipta Sejahtera yang tidak membuat parit saluran air.

Sudah, “Saya pernah melaporkan ke perusahaan PT.Accillian Cipta Sejahtera selaku pemilik Gudang Pupuk itu dengan tujuan agar dia membuat parit dan tidak membuang limbahnya ke
Lahan saya. Namun pada waktu itu pihaknya membuat galian parit dan hanya berselang 2 minggu dan parit tersebut kembali tertbun hingga sekarang,” terangnya.

Selama kejadia ini, Kata Ed, buah panen sawitnya menurun dan sawitnya juga banyak mati akibat pembuangan sisa-sisa pupuk dari gudang milik PT.ACS. Semestinya, Perusahaan ini membuat Kolam dan parit Len aplikasi untuk pbuangan sisa limbah pupuknya itu.

PT ACS ini harus bertanggung jawab dan mengganti kerugian. Pemerintah kabupaten siak melalui Dinas lingkungan Hidup (DLH) agar menggambil langkah-langkah tegas, bila perlu perusahaan yang tidak mematuhi Aturan dibekukan izin operasinya.

Sementara itu, Zainal selaku Kuasa Hukum yang ditempatkan PT. ACS di perusahaannya menjawab wartawan dengan enteng. “PT. ACS tidak memiliki Amdal dan jika ada intruksi dari dinas lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Kami pihak perusahaan akan mengikuti arahan dari mereka,” jawabnya.

“Kami tahu bahwa hari ini kan. Pihak DLH turun ke lokasi. Namun DLH tidak ada memberikan petunjuk atau menyarankan kami membuat Kolam limbah atau tanggul, parit dan Amdal. Seharusnya DLH mengingatkan kami pengusaha yang mendirikan usaha untuk mematuhi aturan. Nah ini tidak ada sama sekali, kalau ada pasti sebelum perusahaan beroperasi pasti kami patuhi intruksi DLH itu,” Ujar Zainal

Masalah pembuangan sisa pupuk dari gudang, itu bukan limbah justru membuat lahan kebun warga sehat, dan tidak menimbulkan matinya tanaman yang ada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Siak, Safleti melalui Kabid Dedy susanto saat di konfirmasih Rabu, (30/09/2020) Pukul 14.18 Wib. “PT.Acillia cipta sejahtra sudah kita panggil pada hari Selasa lalu dan pihak PT. ACS yang diwakili Sdra.Diaman telah disarankan untuk membuatkan tanggul permanen dan parit,” ucap dedy

Masalah kerusakan dan kerugian lahan masyarakat diserahkan kepada pihak perusahaan melakukan negosiasi antara warga. “Kita hanya masalah pengawasan dan perkembangan persoalannya saja,” tambah Dedy.

Reporter : Sokhiaro Halawa
Copyright : Nawacitapost.com