Demo Acara KAMI Jatim Dibayar Rp100 Ribu

0
252
Demo Acara KAMI Jatim Dibayar Rp100 Ribu

NAWACITAPOST- Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo sempat menyebut pendemo di acara KAMI Jatim sebagai demonstran bayaran. Kini ada pengakuan bahwa mereka dibayar Rp 100 ribu.

Pernyataan itu dibenarkan oleh M Syarif Tuasikal, selaku Sekjen Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelauw (IPPMAP), dia mengatakan pada Kamis (1/10/2020). Benar mereka mahasiswa dari IPPMAP yang ikut demo di Jabal Nur kemarin dibayar. Satunya dibayar Rp 100 ribu, satunya gak ngaku kalau dibayar. Kedua mahasiswa yang merupakan anggota IPPMAP itu tertangkap basah ikut demo di Graha Jabal Nur. Itu mereke ketahuan pas di Jabal Nur. Adik-adik ini kan biasanya seminggu atau sebulan sekali kumpul, jadi hafal wajahnya. Yang satu, mahasiswa yang ngaku dibayar Rp 100 ribu itu sudah firasat sebenarnya gak mau ikut, karena demonya kok di Jabal Nur. Karena dia biasanya sering ke sini (Jabal Nur). Akhirnya dia diam-diam sembunyi mau kabur, jadi di pergoki. Nah yang satunya yang ngaku gak dibayar malah di atas mobil komando, ya ketahuan.

Keduanya mengaku ikut demo untuk mencari pengalaman. Meski satu mahasiswa itu dibayar dan satunya mengaku tidak. Jadi kalau pingin cari pengalaman ya harus tahu apa demonya, buat siapa, tujuannya apa. Bukan asal ikut. Ini malah dibayar. Meski ada yang gak ngaku, secara psikologi saya tahu dia dibayar, cuma gak ngaku. Mahasiswa gini kan mudah ikut-ikutan diajak. Pihaknya akan membina mahasiswa tersebut agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Baca Juga : 19.816 Pekerja Amazon Terpapar Corona

Sebelumnya, pada Senin (28/9), Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Timur menggelar acara di Graha Jabal Nur dan di Gedung Juang 45 Surabaya. Namun dua acara tersebut mendapat penolakan dari massa yang akhirnya menggelar demo. Acara silaturahmi di Graha Jabal Nur, Jambangan Surabaya mendapat penolakan dari massa Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA). Acara tersebut dihadiri salah satu deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo yang bersilaturahmi dengan para kiai dan habaib Jatim.

Sementara acara di Gedung Juang 45 Surabaya mendapat penolakan dan pengadangan dari massa Surabaya Adalah Kita. Menanggapi hal itu, Gatot menyebut demonstran yang menghalangi acara KAMI Jatim merupakan demonstran bayaran. Kamis (1/10), video pengakuan pengunjuk rasa bayaran beredar. Dalam video tampak dua mahasiswa yang juga demonstran mengaku ikut demo karena dibayar.

Dalam video channel YouTube Hersubeno Point, tampak dua mahasiswa sedang ditanya oleh Syarif. Dalam cuplikan video itu, Syarif kemudian menjelaskan bahwa dirinya bertanya kepada salah satu demonstran yang ia temui, apakah demonstran itu dibayar atau tidak. Dikasih uang berapa? Rp 100 ribu. Jadi mereka ini diajak apa gak tahu. KAMI itu apa. Orang di dalamnya itu siapa, dan yang menggerakannya itu siapa. Mestinya mereka tahu siapa, sehingga tidak terlibat.  Kebetulan adik-adik yang kemarin sempat ikut demo kemarin di Jabal Nur, mereka ini tidak tahu, keduanya diiming-imingi duit.

Kini kedua mahasiswa tersebut akhirnya meminta maaf lewat video tersebut kepada pemilik Jabal Nur. Syarif selaku Sekjen IPPMAP yang ada di dalam video berdurasi 20 menit 14 detik mengakui bahwa dua mahasiswa itu demonstran bayaran.