Ironis, Dinas Diduga Mobilisasi Pegawai tapi Orang Kecil yang Dihadang Sanksi

0
434

Surabaya NAWACITAPOST – Ironis, akhir-akhir ini beredar informasi bahwa tenaga honorer kebersihan yang diberi sanksi surat peringatan oleh dinas kebersihan. Pasalnya, Tenaga honorer tersebut ketahuan makan bersama Machfud Arifin saat bertemu dijalan.

” Menurut saya ini ironis sekali,” kata Moch. Machmud anggota Komisi A DPRD kota Surabaya, Rabu (30/9/20).

Ditemui di ruang komisi A, Machmud menceritakan bahwa pada waktu itu pak Machfud Arifin (MA) sedang berolahraga pagi dan melewati jalan WR Supratman. Kemudian bertemulah dengan beberapa tenaga honorer yang sedang melakukan tugas kebersihannya.

Karena rasa simpati, MA kemudian membelikan makan nasi bungkus dan bersama-sama makan dipinggir jalan. ” Saat itu disambut dengan senang tanpa tahu siapa yang memberi, dan memang itu sudah menjadi kebiasaan pak Machfud,” kata Machmud.

Nah, belakangan ini Machmud mendengar beberapa orang ini dipanggil dan diberi sanksi peringatan. ” Ini sesuatu yang luar biasa, ketakutan dari Dinas kebersihan dan Pemkot Kota (Surabaya.red),” ujarnya.

Ketika mendengar inipun, Machfud Arifin sangat kaget. Ia merasa kasihan karena dalam hal ini orang-orang tersebut tidak bersalah.

Kalaulah benar orang-orang ini diberi sanksi, Machmud mengatakan, pak Machfud Arifin berjanji akan memberikan jaminan gaji selama dua bulan ini sambil menunggu pergantian Walikota.

Menurut Machmud, tindakan ini tidak dibenarkan, malah yang harus diberi sanksi adalah kepala-kepala dinas yang berpihak pada Calon. ” Saya juga mendengar bahwa ada mobilisasi pengumpulan para pegawai Outsourcing (OS). Disitu ada kata-kata bahwa kalau pak MA jadi maka tenaga OS akan dihapuskan. Ini sudah keterlaluan fitnahnya dan ada saksi dari orang dalam” sesal Machmud.

Machmud berharap Bawaslu harus memperhatikan informasi-informasi seperti ini dan harus ada penindakan.

Ia kembali menegaskan bahwa Dinas telah mengumpulkan seluruh tenaga OS nya dan memberikan pengarahan untuk mendukung Calon nomer tertentu supaya ada kelangsungan nasib mereka.

” Hal ini seakan-akan, jika yang menang bukan didukung Pemkot maka tenaga OS akan dihapus. Mana, ndak ada itu,” katanya.

Selain itu, ada info dari dalam bahwa apabila Machfud Arifin menang, semua tunjangan yang ada akan dihapuskan.

” Ini luar biasa fitnahnya. Pada kesempatan ini saya kasih tahu, pak MA mengatakan pada saya semua tunjangan akan ditingkatkan bukan malah dihapus,” tegas politisi Demokrat ini.

Saat ini, masih Machmud, ada banyak Pegawai-pegawai Negeri di Pemkot yang berharap ada perubahan disana. Terkait hal ini, Machmud berharap mereka bersabar 2 bulan ini, dan tidak terjadi masalah ketika mereka bersuara.

” Sebenarnya yang sudah tidak netral, misalnya membiarkan pelanggaran Baliho, justru inilah yang harus ditindak. Ini bukti ketidak netralan Pemkot Surabaya,” tegas Machmud kembali.

Begitu juga, harus ada penindakan untuk Kepala-kepala Dinas yang sudah memobilisasi pegawainya.

Machmud mencontohkan, kemarin ada salah satu RW yang mengeluhkan sarana prasarana, dan hari ini langsung Dinas turun melalui satgasnya untuk mengadakan perbaikan sebuah balai RW.

” Kemarin-kemarin dimana ? Jadi ini sepertinya salah satu calon sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas,” ujar Machmud menyayangkan.

” Hal-hal inilah yang sebenarnya harus ada sanksi, bukan orang kecil yang disanksi karena hanya makan bareng pak Machfud. Apa kuatirnya terhadap orang-orang kecil yang tidak tahu apa-apa,” tandas Machmud. (BNW)