Anang Herrypurwanto Olah Kratom Kalbar Menjadi Minuman Siap Seduh

0
330
Foto : Daun Kraton

Kalimantan Barat, Tanaman kratom asal Kalimantan Barat telah dikenal hingga mancanegara. Salah satu kabupaten penghasil kratom yang memiliki nama latin (mitragyna speciosa) di Kalimantan Barat adalah Kabupaten Kapuas Hulu. Pada tahun 2019, kratom yang dihasilkan petani di Kapuas Hulu mencapai 500 ton dalam sebulan. Tingginya potensi tanaman kratom tentunya membawa angin segar bagi masyarakat. Namun kabar baik ini sempat tenggelam akibat berbagai dugaan, dan berakaibat kratom diklaisifikasi ke jenis tanaman narkotika. Namun akhirnya Menteri Pertanian Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 104/KPTS/HK.104/M/2/2020 Tentang Komoditas Binaan Direktorat Jenderal Hortikultura, yang memasukan Tanaman Kratom sebagai predikat tanaman obat. Khasiat kandungan obat yang terdapat pada kratom dilirik oleh Anang Herrypurwanto dengan mengolah kratom menjadi minuman yang dapat diseduh seperti teh hijau (green tea).

Foto : Daun Kratom

Menurut Anang, banyak manfaat yang terkandung dalam kratom. Hal ini yang kemudian memacu dirinya untuk menciptakan produk yang dinamakan Ahkratom. Dia mengatakan pada Sabtu (26/09/2020). Produk ini telah melalui uji laboratorium pusat studi biofarma LPPM IPB dengan laporan hasil uji 405.015/LPSB IPB/VII/20 yang terbit pada 22 juli 2020 dan telah mendapat sertifikat penelitian produk. Sebelum memutuskan menjadi pengusaha. Anang yang sebelumnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu kementerian di Jakarta. Ketika masih bertugas, ia kerap berkunjung ke banyak wilayah, termasuk ke Kabupaten Kapuas Hulu. Disanalah, ia melihat besarnya potensi kratom, namun belum dikelola dengan baik dan benar. Hal ini yang kemudian mengetuk hatinya untuk terjun menggeluti usaha tersebut. Bahkan, ia pun mengambil pilihan untuk pensiun dini agar fokus dengan pilihannya. Saat ini ekspor kratom dari seluruh wilayah Indonesia ke Amerika sangat fantastis. Ekspor kratom ke negeri Paman Sam tersebut mencapai  400 ton per bulan. Ia juga Pernah komunikasi dengan AKA (Asosiasi Kratom Amerika), di sana kratom digunakan untuk medis dan juga untuk dimakan.

Foto : Daun Kraton

Baca Juga : Gibran Rakabuming : Pilkada 2020 Bukan Kompetisi Siapa yang Kaya

Indonesia memang telah dikenal sebagai negara pengekspor kratom ke Amerika. Oleh karenanya, sangat tidak relevan apabila kratom masih disandingkan dengan image tanaman yang berbahaya. Image ini tentunya harus diubah di dalam negeri ( Indonesia) . Ini penting, untuk memberikan ketenangan kepada petani kratom, pengusaha, maupun pengguna kratom. Guna mewujudkan hal tersebut, Anang menilai peran serta banyak pihak. Tidak bisa hanya satu atau dua orang saja. Peran pemerintah dan semua lapisan masyarakat sangat diperlukan. Untuk itu tugas bersama mengedukasi masyarakat, petani maupun pengguna kratom. Karena di luar sana, semua sudah megerti soal ini. Segera lakukan penelitian yang mendalam tentang apa yang terkandung dalam kratom. Terbitnya peraturan Menteri Pertanian yang mengatur kratom menjadi predikat tanaman obat dinilai dapat keperpihakan negara terhadap petani kratom. Namun ia menilai dukungan tersebut masih setengah-setengah. Masih diperlukan regulasi yang harus disusun kembali oleh kementerian terkait, seperti Menteri Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan penyusunan regulasi di tingkat pemerintah daerah terkait tata niaga perdagangan kratom. Termasuk untuk di dalam maupun di luar negeri, sehingga ada jaminan keamanan dari semua stakeholder dan ada keberpihakan terhadap perdagangan kratom. Peran pemerintah untuk memberikan dukungan kepada pengusaha yang hendak membuat usaha makanan atau minuman dari kratom juga perlu diperhatikan.

Foto : Kakek dengan daun Kratom

Pasalnya, kratom yang dihasilkan dari Kapuas Hulu belum dikelola dengan baik untuk dijadikan bahan olahan. Kalaupun kemasan yang digunakan masih sangat sederhana. Dikemas dengan baik agar masyarakat tahu kratom dari Kalbar punya khasiat yang baik, jangan dikemas sembarangan sehingga kesannya produk kratom Kalbar biasa saja.

Foto : Daun Kratom

Baca Juga : Donald Trump Tunjuk Amy Coney Barrett Gantikan Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg

Dalam sebuah penelitian Mariana Raini berjudul Kratom (Mitragyna speciosa Korth): Manfaat, Efek Samping dan Legalitas, yang dirilis di e-jurnal Litbang Kementerin Kesehatan, menguraikan sederet fakta tentang tanaman tersebut. Kratom mengandung lebih dari 40 jenis alkaloid, namun kandungan utamanya adalah mitraginin. Kratom yang biasanya tersedia dalam bentuk suplemen makanan, teh, dikunyah atau sebagai rokok, memberikan efek euforia cepat, sekitar 5-10 menit setelah dikonsumsi secara oral dan berakhir setelah 1 jam. Bukti-bukti penelitian pada hewan menunjukkan kratom aman pada dosis rendah dan bersifat toksik pada dosis tinggi. Sementara di tengah masyarakat sendiri, kratom sering digunakan dalam pengobatan herbal, untuk penyakit seperti diare, pereda nyeri, batuk, hipertensi, dan lemah syahwat.

Foto : Daun Kratom, Obat Atau Narkotika ?

Penelitian yang dilakukan Mariana mengkaji dan menganalisis artikel kratom dari jurnal nasional dan internasional. Berdasarkan pengalaman pengguna, dosis rendah hingga sedang (1-5 gram) serbuk daun kratom memiliki efek stimulan ringan yang menyenangkan. Pada dosis lebih tinggi (5-15 gram) memberikan gejala seperti senyawa
opiat yaitu berefek analgesik dan sedasi. Karena itu mengonsumsi kratom dapat memberikan efek stimulan pada dosis rendah dan efek seperti opiat pada dosis menengah hingga tinggi. Selain itu pengguna yang mencoba menghentikan penggunaan kratom juga dapat menyebabkan gejala putus obat. Gejala putus obat di antaranya anoreksia, nyeri dan kejang otot, nyeri pada tulang dan sendi, mata/hidung berair, rasa panas, demam, nafsu makan turun, diare, halusinasi, delusion, mental confusion, gangguan emosional, dan insomnia.

Foto : Petani Kratom

Petani kratom dari Kapuas Hulu, Saidi mengatakan. Selama ini mayoritas masyarakat di Kapuas Hulu menggantungkan hidup dari bertani kratom. Bertani kratom sangat menolong mereka di tengah terpuruknya harga jual getah karet data ini.Jika kratom ditutup, pemerintah harus memberikan solusi usaha bagi masyarakat. Sebelum adanya pro kontra legalitas, harga jual kratom basah dihargai Rp7-8 ribu per kilogram, remahan kratom seharga Rp30-35 perkilogram, dan powder sekitar Rp40-50 ribu per kilogram. Namun setelah ada pro kontra harga jualnya berangsur turun drastis. Petani lainnya, Daryanto, menjelaskan. Untuk sekitar satu hektare tanaman kratom biasanya mampu menghasilkan daun kratom basah sekitar 200-300 kilogram untuk satu kali panennya. Untuk masa panen dalam jumlah banyak bisa mencapai 6-7 kali dalam setahun. Biasanya selama ini kratom dijual ke pengepul, selanjutnya pengepul lokal akan menjual kembali ke Pontianak. Sangat bersyukur jika kratom segera dilegalkan. Sementara petani dan pengusaha kratom di Kapuas Hulu, Joni Irwanto menerangkan, selama ini, keberadaan kratom sangat membantu perekonomian masyarakat di ujung timur Kalbar tersebut. Banyak pro dan kontra akan masalah tanaman dan bisnis Kratom. Padahal, awalnya memang sebagai tanaman obat atau herbal. Sehingga adanya legalitas hukum, maka kratom semakin jelas dan punya posisi yang terbaik.

Foto : Sutarmidji

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan akan menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tindak lanjut penelitian manfaat daun kratom bagi pengobatan dan akan melibatkan pakar farmasi. Ia meminta pemerintah pusat dan stakeholder agara memperjelas status kratom. Ia mendorong agar kratom yang kini dibudidayakan oleh masyarakat bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan farmasi dan kedokteran. Hal ini disampaikan saat FGD tentang Kratom bersama Forkopimda Kalbar di Pontianak, yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi ((Komjen Pol) Heru Winarko. Dari FGD ini, bisa mengetahui bahwa BNN sudah menegaskan kalau kratom itu masuk kategori golongan 1 dalam narkotika sehingga ke depan ini tidak boleh dipasarkan secara bebas oleh masyarakat, karena akan dibuat regulasinya. Di dalam kratom juga memiliki zat yang bermanfaat, ke depan pihaknya akan mendorong agar ini bisa dikelola secara farmasi dan bisa dimanfaatkan untuk obat-obatan, terutama pengganti morfin untuk mengurangi efek sakit (bius) pada dunia kedokteran. Harus ada kajian dan penelitian lebih jauh terkait penggunaan kratom agar potensi ini bisa tetap dimanfaatkan, tanpa melanggar aturan yang berlaku.

Foto : BNN

Namun, BNN menyatakan akan ada masa transisi sampai tahun 2022 untuk budidaya kratom yang dilakukan masyarakat. Artinya, ini akan kita pikirkan bersama untuk mencari komoditi pengganti, agar masyarakat yang telah membudidayakan kratom, tidak kehilangan mata pencariannya, saat peredaran kratom benar-benar dilarang nanti.  Midji menjelaskan, produk tanaman kratom yang sempat menjadi polemik di Kalbar, tapi tidak ada status pelarangan budidaya dan penjualannya. Sutarmidji menjelaskan, potensi kratom sangat besar dan bisa menjadi alternatif penghasilan bagi warga Kalbar khususnya masyarakat yang berada di daerah Kapuas Hulu. Kratom tidak dilarang dan dijadikan komoditas tanaman obat-obatan yang mampu memberikan penghasilan pada masyarakat. Tetap sesuai koridor dan ketentuan yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat melalui instansi yang berwenang untuk mengatur dan membina. Polemik masalah kratom seharusnya menjadi pengawasan yang ada di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kalbar. Kratom ini seharusnya usaha yang harus berada dibawah KPH..

Gubernur Midji menegaskan, belum ada cerita diputuskan bahwa tamaman keratom itu dilarang dan meminta jangan ada informasi yang simpang siur, yang dapat merugikan petani. Kemaren sempat dibahas di Komisi IV, tapi tidak masuk pada kesimpulan untuk dilarang, masih terus dikaji dan harus ada pembinaan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan juga menyambut baik apa yang dilakukan oleh Menteri Pertanian (Mentan), yang telah menerbitkan keputusan mengenai kratom sehingga dapat menjadi dasar bagi petani dalam mengembangkan tanaman tersebut di daerah. Sesuai Keputusan Menteri Pertanian No 104 Tahun 2020, tanggal 3 Februari 2020, Kratom ditetapkan sebagai kategori komoditas Tanaman Obat atau herbal. Selamat kepada para petani Kratom dan memberi apresiasi kepada pemerintah yang tanggap terhadap aspirasi petani maupun kepentingan strategis nasional.Ini berita baik untuk petani dan Kalbar, harus segera diikuti dengan kebijakan kratom sebagai produk unggulan eksor Kalbar. Sambil menunggu hasil penelitian para ahli secara final. Ada baiknya kratom hanya untuk ekspor, nanti bila hasil penelitian sudah final, baru dikembangkan menjadi produk konsumsi lokal sesuai rekomendasi resmi yang ada. Tanaman kratom sesunggunya dapat menjadi alternatif penghasil devisa di tengah tekanan ekonomi global yang akan mengganggu pendapatan negara secara nasional. Dari asosiasi petani kratom diperkirakan potensi ekspor tanaman kratom ini dapat mencapai Rp7 triliun setahun, ini baru ke Amerika Serikat saja. Kalau kratom tumbuh di negara lain seperti China, mungkin pemerintah setempat akan mengambil langkah strategis dengan memaksimalkan potensinya. Diolah dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia, khusus untuk pasar ekspor misalnya.

Sebelumnya, kratom bukan dimaksimalkan potensinya, namun bakal dilarang pada 2022. Adanya Kepmentan tersebut setidaknya memberi angin segar bagi petani kratom di Kalbar maupun usaha yang terkait di dalamnya. Dampak corona dan perang dagang, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun. Tapi Bu Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak perlu pusing cari devisa kalau tanaman kratom dijadikan komoditas ekspor Indonesia. Ia selaku pimpinan di Komisi IV DPR RI siap menggelar rapat kerja dengan pihak terkait seperti Menteri Pertanian, Badan Narkotika Nasional serta dibantu Badan Karantina Pertanian. Tanaman kratom dapat menjadi alternatif penghasil devisa di tengah tekanan ekonomi global yang akan mengganggu pendapatan negara secara nasional.