Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Pemko Siantar, Joshua Sialoho, yang dihubungi mengatakan pada, Sabtu (26/9/2020). Pihaknya kesulitan memadamkan api karena disekitar lokasi banyak terdapat tabung gas hingga tidak leluasa masuk untuk memadamkan api. Para korban baru bisa ditemukan setelah lokasi kebakaran dilakukan pendinginan atau pemadaman. Banyak tabung gas, jadi tak bisa langsung masuk ke lokasi kebakaran. Kemudian petugas kebakaran berhasil mengendalikan situasi, pihaknya menemukan korban tewas di lantai dua ada empat orang. Sementara satu orang lainnya tewas di lantai dasar kamar dekat mandi belakang.
Baca Juga : Ma’ruf Amin Sebut Ego Sektoral Hambat Penanganan Stunting
Sejumlah keluarga korban tampak histeris saat menanti jenazah ditemukan. Keluarga menunggu di rumah para tetangga hingga satu persatu jenazah diangkut menggunakan mobil BPBD Pematangsiantar menuju RSU Djasmen Saragih. Adapun kelima korban diantaranya, Aminuddin alias Ameng, Laki-laki, 67 tahun, (mertua Yanti). Yanti, Perempuan, 39 tahun, (menantu Aminuddin), Clarissa Kie, Perempuan, 15 tahun, pelajar (anak Yanti), Kenrick Kie, Laki-laki, 12 tahun, pelajar 6 SD (anak Yanti), Kenjiro Kie, Laki-laki, 6 tahun, pelajar (anak Yanti). Hingga Minggu pagi , aparat kepolisian dari Polresta Pematangsiantar sudah memasang garis polisi dan sedang melakukan penyelidikan seputar kebakaran tersebut.