Gelar Deklarasi Damai, Bawaslu Surabaya Harapkan Pemilu Aman, Damai dan Kondusif

0
256

Surabaya NAWACITAPOST – Pilwali 2020 kota Surabaya akan memasuki masa kampanye pada 28 September 2020 lusa, maka dari itu, dalam mengupayakan Pemilu yang aman, damai dan kondusif sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas, Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Surabaya menggelar Deklarasi Pemilu Damai. Jumat (25/9/20).

Bertempat di ruang terbuka hotel Majapahit Surabaya, Selain Bawaslu dan Panwas dari setiap kecamatan, agenda ini juga mengundang KPU beserta seluruh jajaran Forkopimda kota Surabaya, tentunya juga mengundang kedua pasangan calon yang bertarung, no urut 1 Eri Cahyadi – Armuji dan no urut 2 Machfud Arifin – Mujiaman. Namun disayangkan, Paslon no urut 1 Eri-Armuji tidak bisa hadir dengan alasan ada benturan jadwal dan diwakili oleh tim pemenangannya.

Terkait agenda tersebut, Ketua Bawaslu Kota Surabaya Agil Akbar menjelaskan, karena calon sudah ditetapkan dan kemudian sudah dilakukan undian nomor urut maka, Bawaslu meminta kepada semua peserta pemilihan untuk mematuhi larangan kampanye yang telah diatur pada pasal 59 UU 6 perubahan ketiga dari UU 1 tentang pemilihan Kepala Daerah.

Selain itu, Calon juga dituntut untuk mematuhi UU Karantina kesehatan dan Permenkes yang menjadi instrument baru dalam ketentuan perundang-undangan pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan. ” Itu memang harus dipatuhi, baik oleh kami, masyarakat, dan peserta pemilihan. Seperti itu,” jelas Agil.

Hal kampanye, kata Agil, ada ketentuan tidak mengganggu keamanan dan ketertiban umum yang tercantum dalam pasal 69. ” Kita sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan satuan tugas gugus Covid, untuk mensimulasikan dan menformulasikan peraturan itu sehingga tidak ada pelanggaran keamanan dan ketertiban umum,” ujarnya.

Agil melanjutkan, jadi sejauh ini masih dimungkinkan kampanye tatap muka namun ada pembatasan. Dan apabila ada pelanggaran, Bawaslu akan menghentikan acara kampanye tersebut sekaligus pemberian sanksi administrasi.

” Jumlah peserta kampanye, dari KPU memang sudah ditentukan, namun dari Bawaslu hari ini baru ditentukan surat keputusan terkait pelaksanaan kampanye,” katanya.

Bawaslu mengharapkan, sosialisasi yang berbentuk media film yang diputar tadi juga dengan berbagai media sosial, bisa tersebar luas di masyarakat tanpa bertatap muka langsung. Peraturan itu tidak hanya untuk peserta pemilihan tapi untuk semua masyarakat. (BNW)