Pergudangan Pupuk Buang Limbah Ke sungai, Aktifis Dan Masyarakat Setempat Geram.

0
165

Siak, NAWACITAPOST.COM  – Belum sepekan PT. Accillian Cipta Sejahtera ( ACS), sudah sekian kali diberitakan salah satu media online, mengenai pembuangan limbah pabrik kesungai  diduga tanpa izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Salah satu warga kampung Pinang Sebatang Barat (PSB)  yang tidak disebut namanya berinisial TG. (65) kepada awak media NAWACITAPOST.COM. PT. ACS sudah sekian kali melakukan pembuangan limbah pabrik kesungai tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Hal ini sudah disampaikan ke pihak perusahaan lewat telepon seluler & whatssap Lesmana dan Cindy sebagai direktur Utama namun tidak indahkan dan tidak ada respon.” Tutur TG”

BACA JUGA : Bakal Paslon Hilarius Duha-Firman Giawa, Resmi Mendaftar di KPUD Nias Selatan

ACS yang merupakan perusahaan yang bergerak dipergudangan pengepakan pupuk di kampung PSB Kecamatan Tualang, yang pembuangan limbahnya sangat merugikan masyarakat setempat khususnya daerah yang berdekatan dengan sungai. Bukan hanya itu, juga bisa menimbulkan penyakit akibat bahan kimia yang mencemarkan air juga tanaman yang ada disekitarnya. Yang parahnya, banyaknya tanaman warga mati dan rusak akibat dampak dari bahan kimia yang disebabkan pembuangan limbah oleh PT. ACS. Rabu 23 September 2020 ” Tutur TG”

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) atau Pemerintah Kabupaten Siak, tutup mata dan seakan – akan tidak tahu permasalahan pembuangan limbah yang dilakukan oleh PT. ACS. Seandainya saja pihak DLH dan Perintah tidak tutup mata tentu dengan sigap ambil sikap dan memberi teguran kepada pihak perusahaan tersebut. ” Tutur TG”

Mungkin saja ada orang penting dibelakangnya yang menjadi deking perusahaan tersebut sehingga kebal terhadap hukum. Melestarikan lingkuangan dari pencemaran sangat baik dilakukan demi generasi anak dan cucu kita. ” Tutur TG”

Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten  Siak Bupati Drs. Alfedri. M.Si untuk menidak tegas  perusahaan  tersebut, bila perlu izinnya di cabut karena sudah melanggar Undang-Undang  Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pada Pasal 100 akan kena pidana penjara 3 Tahun dan denda 3 Miliar, “penjelasannya, dalam UU 32 Tahun 2009 dikatakan, bahwa setiap orang yang melanggar baku mutu air limbah, emisi, atau baku mutu gangguan, akan di pidana dengan pidana penjara  paling lama 3 Tahun dan denda paling  banyak 3 Miliar Jelasnya. 23 September 2020, (Sokhi Aro Halawa).