Gegara Diberitakan, Usaha Pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Diduga Dimuluskan Wartawan Media Online

0
402
Foto : Gegara Diberitakan, Usaha Pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Diduga Dimuluskan Wartawan Media Online

Siak, NAWACITAPOST – Pengusaha pangkalan yang ada di jalan Indah Kasih kelurahan Perawang, kecamatan Tualang, kabupaten Siak milik salah seorang oknum wartawan Zeri Hijriah, suami dari Harlen. Tak terima usahanya diberitakan atau dilaporkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Siak pada 5 September 2020. Oknum wartawan seharusnya tahu tugas dan UU (Undang – Undang) jurnalis serta kode etik. Kode Etik Jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan.Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik. Agar wartawan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Yaitu mencari dan menyajikan informasi. Bukan seperti dilakukan oknum wartawan Zeri Hijriah. Yang mana melarang wartawan untuk menaikkan usaha pangkalan elpijinya. Tayang di beberapa media online yang beŕtugas di kabupaten Siak – Riau. Atas pemberitaan, pemilik pangkalan elpiji 3 kg, Zeri Hijiriah tidak terima gegara diberitakan. Lantas mengamuk dan berbicara kasar melalui via seluler pribadinya. Tepatnya saat menghubungi wartawan yang memberitakan usahanya. Justru melontarkan pertanyaan kepada wartawan yang dihubungi. Tak lain mengenai maksud menaikkan berita tentang usahanya. Menanyakan pula lokasi sekarang berada. Merasa terganggu akan usahanya. Bahkan meminta menunjukkan siapa saja warga yang tidak terima. Merasa wartawan media online yang menaikkan berita asal – asalan saja. Banyak pangkalan lain di kecamatan Tualang sama pun demikian dengannya. Banyak yang memakai keranjang dan becak mesin. Yang mana pemberitaan sebelumnya menyebutkan. Penyalur gas elpiji 3 kg di kelurahan Perawang seharusnya disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga warga di beberapa RT. Tak lain yang ada di kelurahan Perawang, kecamatan Tualang kabupaten Siak. Mengutamakan  penyalur yang melangsir menggunakan keranjang dan becak mesin. Berkapasitas 20 -25 tabung dengan alasan UMKM. Padahal diduga penyalur untuk dijual eceran di lapak – lapak atau kios – kios. Tepatnya yang ada di kelurahan Perawang dengan harga diatas HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 19.000 pertabung.

BACA JUGA: Wapres Diganti? Ini Syaratnya

Foto : Gegara Diberitakan, Usaha Pemilik Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Diduga Dimuluskan Wartawan Media Online

Jelas sebenarnya untuk jatah UMKM yang telah ditentukan dari pemerintah daerah (pemda) kabupaten Siak melalui Pertamina dan Disperindag kabupaten Siak sebanyak 3 – 4 tabung. Namun, Zeri Hijriah yang memiliki SK dari salah satu media online Lira News.com. Diterbitkan pada 3 Agustus 2020 diduga agar usaha miliknya tetap bejalan mulus. Seakan – akan profesinya sebagai jurnalis diduga membackup usahanya. Saat dikonfirmasi kepada lurah Perawang, Nanang Suhendar via selular pribadinya mengatakan. Sangat disayangkan. Penyaluran elpiji yang mengutamakan keranjang dan becak mesin. Seharusnya pemilik pangkalan melayani warganya di sekitar RT yang tidak jauh dari pangkalan. Apalagi saat pembongkaran warga antre berjam – jam. Kasihan. Ditegaskan agar tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah. Jika disalahgunakan maka surat rekomendasi dari kelurahan bisa dibatalkan. Salah satu pengurus ormas (organisasi masyarakat) yang berdomisili di kecamatan Tualang  yang tidak mau disebut namanya di media menyampaikan. Sangat disayangkan terjadi lagi pemberitaan pangkalan milik Zeri Hijriah. Sebelumnya sudah berulang kali diberitakan. Namun pemilik pangkalan bandel dan acuh tak acuh. Tidak mengindahkan peraturan pemerintah tentang mendirikan usaha pangkalan elpiji. Mungkin karena merasa oknum wartawan, Pertamina dan Disperindag takut mengambil tindakan atau mencabut izin usaha pangkalan elpijinya. Semoga pihak pemerintah melalui Pertamina dan Disperindag menertibkan dan mengambil tindakan tegas. Agar penyalur dan pangkalan untuk kepentingan warga miskin melayani dengan benar. Jangan karena pemiliknya oknum wartawan maka Disperindag dan Pertamina takut atau membiarkan. (Sokhiaro Halawa)

BACA JUGA: Trend Baru Poliandri Kalangan ASN Bisa Dinonjobkan, Bagaimana Non ASN?