Zeri Hijiriah Diduga Lakukan Tindak Pidana, Raup Untung Besar Elpiji 3 Kg Subsidi Diatas HET

0
398
Foto : sikon pangkalan

Siak, NAWACITAPOST –  Salah seorang pemilik pangkalan, sebut saja Heri Hijiriah diduga melakukan tindak pidana. Dirinya meraup untung besar dengan menjual elpiji 3 kg subsidi diatas HET (Harga Eceran Tertinggi). Namun dirinya mengaku merupakan seorang jurnalis pula. Sehingga sudah mengetahui konsekuensinya. Tapi seolah menyepelekan kalangan menengah ke bawah. Elpiji 3 kg subsidi semestinya bisa berimbang untuk diperuntukkan kepada yang berhak. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) kabupaten Siak, H. Wan Ibrahim Surji, ST, MT saat dikonfirmasi melalui via selular pribadi pada 4 September 2020 mengatakan. Mengucapkan terima kasih atas informasi dari rekan – rekan  media, info sangat penting. Dirinya akan menurunkan tim tentang info temuan dari rekan – rekan media. Jika hal ini benar pemilik pangkalan bisa saja izinnya dicabut dengan kerjasama ke Pertamina. Ketegasan akan ditunjukkan kepada pangkalan agen dan pengecer gas 3 kg diatas HET. Tak lain yang ditetapkan pemda (pemerintah daerah) sebesar Rp 19.000 per tabung. Dapat dikenakan pidana penjara. Memang sangat disayangkan apabila pangkalan, agen dan pengecer terbukti menjual gas 3 kg diatas HET. Pasalnya dapat dikenakan sanksi pidana. Sebab, tindakan melanggar hukum demi memperoleh keutungan besar. Sementara dari pantauan dan investigasi di lapangan, tempat – tempat lapak, mendapatkan tentang harga gas elpiji 3 kg. Yang mana ada di kabupaten Siak khususnya di kelurahan Perawang kecamatan Tualang. Kini dirasa melonjak tajam rata – rata Rp 20.000 ke atas. Berkisar Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per tabung.

BACA JUGA: Ahok Buktikan Capaian Kinerja Pertamina, Bungkam Kelompok Sebelah dengan Data

Foto : Kabid Disperindag kabupaten Siak Budi

Salah satu ibu rumah tangga jalan Indah Kasih kelurahan Perawang, Aminah (39) mengeluhkan. Gas susah didapat dì pangkalan. Tapi di tempat kios atau lapak mudah didapat dengan harga diatas HET per tabung. Begitu juga Rudi (45) menyayangkan perilaku pangkalan yang seharusnya gas 3 kg bersubsidi untuk warga miskin. Walaupun untuk usaha UMKM ya paling tidak 3 atau 4 tabung diberikan. Justru malah pakai keranjang. Lebih disayangkan adapun diangkut pakai becak mesin. Tentu sebagai warga kecamatan Tualang mengharapkan kepada dinas terkait. Seperti Dinas Perdangangan dan Perindustrian kabupaten Siak bersama Pertamina harus tegas dalam pengawasan. Jika perlu pangkalan – pangkalan bandel yang tidak melayani masyarakat dengan baik dan hanya menguntungkan diri agar izinnya dicabut atau pangkalannya ditutup. Kasihan masyarakat miskin utamanya. Atas laporan dan pemberitaan beberapa media online tentang pangkalan di jalan Indah Kasih yang mengutamakan keranjang, tim dari Disperindag kabupaten Siak yang diwakili oleh Kabid Perdangangan Budi dan UPTD kecamatan Tualang diwakilkan oleh Ohen turun langsung. Tak lain di lokasi pangkalan milik Harlen suami dari Zeri Hijiriah yang mengaku dirinya seorang jurnalis atau wartawan. Yang mana bekerja di salah satu media online Lira News yang ada di provinsi Riau. Lalu UPTD sebagai pengawas kecamatan Tualang, Ohen membenarkan pada 5 September 2020. Sudah tim turun untuk melalukan investigasi di lapangan. Pemilik pangkalan Harlen pada 7 September 2020 dipanggil oleh Disperindag kabupaten Siak. Yaitu untuk memberikan penjelasan dan membuat surat pernyataan. (Sokhiaro Halawa)

BACA JUGA: Indonesia Makin Mesra dengan China, Bisa Saja Rupiah Bikin Anjlok Dollar Amerika