Gubernur Kalbar : Senin 24 Agustus 2020 ASN Kota Tidak Boleh Keluar Kota Pontianak

0
319
Gubernur Kalbar : Senin 24 Agustus 2020 ASN Kota Tidak Boleh Keluar Kota Pontianak

NAWACITAPOST-com-Kepala Diskes Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan, pihaknya, Sabtu ini, melakukan tes usap terhadap 54 orang yang terdiri dari pegawai Puskesmas Purnama, beberapa pegawai Pemkot Pontianak dan masyarakat umum.

“Hari ini kami melakukan tes usap tersebut, terhadap orang yang melakukan kontak erat dengan tujuh orang yang dinyatakan positif COVID-19 oleh Dinkes Provinsi Kalbar, yakni dua orang staf di lingkungan Puskesmas Purnama, satu orang di lingkungan Pemkot Pontianak dan sisanya masyarakat umum,” kata Sidiq Handanu di Pontianak.

Dia menjelaskan untuk masyarakat umum yang dilakukan tes usap, yakni ada beberapa orang yang melakukan kontak erat dengan satu ASN di lingkungan Pemkot Pontianak dan staf Puskesmas Purnama yang positif COVID-19 tersebut.

“Tujuh orang sebelumnya yang dinyatakan positif COVID-19, adalah OTG (orang tanpa gejala), sehingga orang-orang yang berhubungan erat dengan pasien itu dilakukan tes usap,” ungkapnya.

Baca Juga : Menkes Terawan Serius Kembangkan Telemedicine

Dalam kesempatan itu, Kadinkes Kota Pontianak menambahkan, pihaknya telah menutup sementara operasional Puskesmas Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, menyusul ada dua stafnya positif COVID-19 itu.

“Penutupan operasional Puskesmas Purnama itu kami lakukan untuk sterilisasi semua ruangan, sementara semua petugasnya akan kami lakukan tes usap,” ujarnya.

Data Dinkes Provinsi Kalbar, khusus Kota Pontianak mengalami tambahan sebanyak tujuh kasus positif, dua diantaranya staf Puskesmas Purnama, sisanya ada dari transmisi lokal dan kluster Rumah Sakit Kartika Husada sebanyak empat orang,” ungkapnya.

Menurut dia, semua yang kontak erat dengan ketujuh orang tersebut hari ini di tracing dan dilakukan tes usap. “Sementara bagi tujuh penderita itu dilakukan isolasi, baik mandiri maupun di Rumah Isolasi Rusunawa Pontianak,” kata Sidiq.

Sebelumnya, Kadinkes Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan sampai hari ini jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di daerah itu bertambah menjadi 500 kasus.

“Sampai dengan tanggal 20 Agustus kemarin, angka kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kalbar sebanyak 471 kasus konfirmasi dimana dari jumlah tersebut ada 424 orang yang sembuh dan 4 orang yang meninggal. Namun hari ini kembali terdapat tambahan 29 kasus, sehingga totalnya menjadi 500 kasus,” ungkapnya.

Harisson merinci dari 29 penambahan kasus konfirmasi Positif COVID-19 tersebut terdapat di Kubu Raya 10 orang, Pontianak tujuh orang, Sambas enam orang dan kasus yang berasal dari luar daerah Kalimantan Barat sebanyak enam orang.

Melihat perkembangan kasus yang ada di mana terjadi perubahan status pada peta penyebarluasan COVID-19 di beberapa daerah, pihaknya meminta agar Pemda bisa benar-benar serius menanggapi kasus di daerahnya.

Dia mencontohkan, Kabupaten Mempawah yang awalnya berada di zona hijau, jika tidak ditanggulangi dengan cepat, bisa potensi jadi zona merah.

Pasalnya, kata dia, baru dilakukan pemeriksaan pada satu sekolah, sudah ada delapan kasus dan kedelapannya merupakan guru.

“Untuk itu, kami minta agar pemerintah Kabupaten Mempawah harus ekstra hati-hati terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk pelaksanaan protokol kesehatan. Kalau sampai lengah bisa menjadi oranye atau merah,” kata Harisson.

Gubernur Kalbar H. Sutarmiji, SH, MH putuskan mulai Senin, 24 Agustus 2020 selurus ASN tidak boleh keluar dari Kota Pontianak dan Guru wajib isolasi Mandiri selama 12 hari. Yang boleh ke Sekolahan cuma Kepala Sekolah dan Wakil serta tata usahanya. Murid tidak boleh nongkrong di Warung Kopi dan Warnet, jika kena razia dia murid di sekolah negeri maka beasiswanya akan dicabut dan bagi sekolah swasta dikenakan denda dan isolasi di tempat yang ditentukan oleh Pemerintah. Mohon maaf ini semua demi keselamatan bersama, karena ada gejala peningkatan kasus seperti awal terjadi Covid. Jelas Sutarmiji.
( P. Laja )