Putra Lampung Mayjend (Purn) TNI Namuri Anoem Tutup Usia

0
875
Foto : Putra Lampung Mayjend (Purn) TNI Namuri Anoem Tutup Usia

Lampung Selatan, NAWACITAPOST – Kabar duka menyelimuti keluarga salah satu putra Lampung. Telah meninggal dunia Mayor Jendral (Purn) TNI H. Namuri Anoem Sebiay. Berpulang pada 19 Agustus 2020 sekitar pukul 19.10 WIB. Meninggalkan keluarga di usia 77 tahun. Dirinya terlahir pada 8 Desember 1943 di Tanjung Karang, Lampung. Bersekolah SD (Sekolah Dasar) tahun 1956. Kemudian melanjutkan SMP (Sekolah Menengah Pertama) pada tahun 1959. Lalu melanjutkan ke SMA (Sekolah Menengah Atas) pada tahun 1962. Setelahnya melanjutkan ke AMN tahun 1965. Dikabarkan almarhum sudah lama menderita sakit. Salah seorang kemenakannya yang kini bertugas di Kodim Bandarlampung, Hayi yang pernah bertugas bersama, menyampaikan. Almarhum hampir setiap Minggu cuci darah. Sudah lama tidak berdomisili di Jakarta. Melainkan ikut salah seorang putrinya di Bandung. Gading khas dan gudang garam merah merupakan teman setia Daing Namuri semasa hidup. Makan ikan lele hasil pancingannya di kolam belakang rumahnya di Hajimena jadi hobi. Yang mana selalu dinikmati jika di Lampung, selain bermain golf. Daing Namuri sapaan almarhum semasa hidup, memang anak desa Hajimena. Hajimena adalah sebuah desa antara kabupaten Lampung Selatan dan Bandarlampung.

BACA JUGA: Amien Rais Lengser Gus Dur, Karma Jadikannya Gelandangan Politik

Foto : suasana tempat duka

Tutur sapa dan hormatnya dengan dua kakaknya (Alm) Kiyai Nadirsyah dan Atu Natalia, mengalahkan tongkat dan dua bintang dipundaknya. Cukup banyak kader – kader TNI yang berasal dari desa Hajimena. Bukan saja orang Lampung, Namuri selalu terbuka dan ringan tangan. Terlebih jika anak – anak Hajimena memiliki keinginan kuat untuk jadi tentara. Penghormatan dan kasih sayangnya dengan keluarga sungguh luar biasa. Semua berangkat dari pemahaman keagamaannya cukup tinggi. Dibuktikan dengan berdiri sebuah yayasan anak – anak cerdas yatim piatu di belakang rumahnya, Hajimena. Bangunan megah dipergunakan mencetak kader bangsa yang cerdas dan berakhlakul Karimah. Salah seorang guru yayasan kini sudah mentas di panggung nasional, KH Ishomuddin. Diakhir hayatnya, Namuri masih menunjukkan kecintaannya dengan agama dan desa kelahirannya. Sebagian besar halaman muka rumahnya di Hajimena kini megah berdiri Masjid Namuri Anoem. Hanya pada bagian tengahnya yang masih sedikit tersisa. Ruangan khusus Daing kalau pulang ke Lampung. Disitulah dia dan keluarga beristirahat. Diantara rumah yatim piatu dan masjid. Dituturkan adik iparnya, pemilik RM Silawati. Dirinya pernah menerima kepercayaan dalam beberapa jabatan TNI. Diantaranya Pama Brigif-II/Anoa tahun 1966, Komandan Yonif 411 tahun 1976, Komandan Korem 044/Gapo Kodam II Sriwijaya tahun 1988, Komandan Korem 083 Kodam V Brawijaya tahun 1991, Kasdam VI/Tanjungpura tahun 1993, Pangdam VI/Tanjungpura tahun 1997 dan Wakil Ketua Fraksi ABRI DPR RI tahun 1997-1999. (Ashari Hermansyah)

BACA JUGA: Diduga Jiwasraya Boroknya Pemerintahan SBY, Jokowi Tak Mau Rakyat Jadi Korban