Terkait 7 Item Paket DAK Disdik Nisut di Menangkan Tanpa Rincian Volume

0
411
Foto : Bupati Nias Utara, M. Ingati Nazara

NIAS UTARA, NAWACITAPOST.COM – Sedikitnya 7 item paket kegiatan di Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA. 2020 senilai Rp 5,4 miliar, sebagian dilelang tanpa mencantumkan volume dan item barang dalam dokumen.

Timbul keanehan, dimana ke 7 item kegiatan tersebut dimenangkan oleh salah satu rekanan yang diduga sudah dikondisikan oleh panitia lelang.

Hal ini terungkap ketika salah seorang rekanan, Direktur CV karya Terobosan: Faozatulo Telaumbanua yang mengikuti kegiatan pelelangan tersebut, kepada awak media Nawacitapost saat wawancara di kediamannya, Jumat (14/8/20).

Faozatulo membeberkan bahwa adanya ketidak beresan pada proses pelelangan kegiatan di Dinas Pendidikan Nias Utara, yang sepertinya kegiatan tersebut sudah dikondisikan siapa pemenangnya.

Ketika saya mengikuti kegiatan pelelangan, saya bingung karena tidak seperti biasanya, disetiap pelelangan pasti tercantum volume dan item barang didalam dokumen, tapi kali ini, sebagian kegiatan yang di lelang tidak mencantumkan volume dan item barang pada dokumen pelelangan, terang Faozatulo merasa heran.

Ditambahkannya, anehnya ternyata kegiatan tersebut dapat dimenangkan oleh rekanan lain yang berdomisili di luar kepulauan Nias. Jadi, saya curiga kalau kegiatan itu sudah diatur oleh panitia untuk mengkondisikan.

Saat itu, saya protes dan menyampaikan sanggahan secara tertulis, namun jawaban sanggahan dari panitia lelang, melenceng dan tidak sesuai dengan tanggapan pada sanggahan yang saya sampaikan itu, imbuh Faozatulo kesal.

Kemudian, keanehan lain yang selalu terjadi pada panitia lelang, yakni : adanya perbedaan jumlah volume barang yang di uploand oleh panitia, dengan jumlah volume barang yang tertera di aplikasi penawaran LPSE, menurut hemat saya itu sudah benar-benar menjadi temuan dan kesalahan besar dari panitia lelang, terang Faozatulo beberkan panitia lelang.

Diketahui sebelumnya, pada penetapan pemenang yang disebut-sebut  dikondisikan itu, Kepala  ULP Nias Utara : Azaz Gea, Ketua Pokja II Asal Murni Lahagu dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Asokhiwa Zebua, saling berbeda pendapat dan saling tuding.

Dimana, Azas Gea yang mengaku tidak ada  masalah, justru Ketua Pokja II mengakui bahwa ada masalah karena  dokumen yang disampaikan PPK tidak lengkap.

Sementara saat dikonfirmasikan dengan PPK Asokhiwa Zebua, justru mengaku heran adanya  pihak yang menyudutkan dirinya.

BACA JUGA : Kapolres Tapsel Hadiri Peletakan Batu Pertama Menara Pandang Kebun 
Raya Sipirok

Kenapa saya disudutkan ?, kalau memang ada dokumen yang masih belum lengkap, pasti saya diberitahu dan juga saya segera melengkapi, dan setahu saya dokumen tersebut sudah lengkap, tegas Asokhiwa membantah pernyataan Asal Murni selaku ketua Pokja II.

Ketika awak media konfirmasi kepada Bupati Nias Utara, M Ingati Nazara terkait tanggapannya pada sanggahan yang disampaikan CV Karya Terobosan kepada panitia pelelangan, Senin (10/8/20), usai konferensi pers masalah covid-19.

Bupati menyebut, itu bukan urusan saya. “Surat sangahan sudah masuk dan telah didisposikan ke bidang yang menangani pelelangan, jadi kalau ditanya soal bagaimana dan segala macam, saya tidak bisa jelaskan,  karena itu bukan pekerjaan saya,” Jelas bupati.

Demikian wartawan yang mencoba  meminta ketegasannya sebagai pimpinan Daerah karena pada lelang 7 paket tersebut, panitia dituding bersekongkol dengan perusahaan tertentu: Ingati justru meminta wartawan tidak menanyakan dirinya.

“Jangan dibalik-balik lah, saya tidak suka itu, kita to the point aja, soal permasalah itu saya sudah tegaskan agar ditanggapi. Memang saya punya  kewenangan menegur panitia, tapi soal kelemahan, panitialah yang lebih tau, bukan saya, karena saya  tidak punya urusan dengan permasalahan lelang”. kata Ingati dengan nada meninggi

BACA JUGA : Pulihkan Ekonomi Indonesia, Jokowi Siapkan Anggaran Rp 356,5 Triliun

Sebelumnya diketahui bahwa ke -7 paket proyek dipermasalahkan karena pada lelang tidak dirinci volume dan item barang, diantaranya : pengadaan alat kesenian Rp 1,7 miliar, peralatan pendidikan IPA Rp 966 juta, peralatan seni budaya Rp 646 juta, peralatan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Rp 596 juta, peralatan Pendidikan Bahasa Indonesia Rp 640 juta, peralatan pendidikan IPS Rp 673 juta dan pengadaan peraga IPS Rp 242 juta. Bung zega