Hal ini di katakan oleh kepala BPBD Filifo Daeli saat konfirmasi di ruang kerjanya pada 11 agustus 2020.
Beliau menjelaskan koenologis kejadian kebakaran rumah ina Fira, sekitar pukul 03:00wib dini hari senin tanggal 10agustus 2020 tiba -tiba keluar api keluarga atap rumah di duga bersumber dari arus pendek listrik (kabel listrik yang ada di rumah).
BACA JUGA : Koarmada III Asah Kemampuan Pertempuran Modern
Tak lama kemudian api mulai membesar dan menghanguskan dua rumah dan barang-barang penting lainnya yang ada di rumah itu sehingga di perkirakan kerugian dalam kebakaran ini kurang lebih 120 juta rupiah.
Ada pun simpatisan dari pemda nias barat melalui BPBD antara lain sembako, alat-alat dapur dan tikar dan pemerintah nias barat melaui wakil bupati nias barat menjanjikan akan di usulkan melalui dinas Tarukim untuk di prioritaskan kedepan kalau untuk membangun rumah ibu I Fira.
Selain itu wakil bupati nias barat turut prihatin atas musibah yang menimpa keluarga I. Fira dengan memberikan simpatisan secara pribadi.
Berdasarkan hasil konfirmasi dari BPBD bahwa Keluarga korban kebakaran ini adalah seorang janda yang mempunyai 8 orang anak dan kehidupan sangat sederhana di mana tiap hari pekerjaanya hanyalah petani. Untuk menanggulangi kebutuhan sehari -hari saja tidak cukup
Semoga dengan kejadian ini, pihak keluarga di beri ketabahan dan dimohon kepada masyarakat yang bergerak hatinya untuk membantu keluarga yang terkena musibah kebakaran rumah ini. Karna sekecil apapun uluran tangan kita sangat bermanfaat bagi mereka. (Yr. H)