LSM: Kadisdik Provinsi Riau Tutup Mata dan Tidak Menanggapi Kasus Pungli yang Dilakukan Kepala Sekolah SMA 3 Tualang

0
238
LSM: Kadisdik Provinsi Riau Tutup Mata dan Tidak Menanggapi Kasus Pungli yang Dilakukan Kepala Sekoalah SMA 3 Tualang

Siak, NAWACITAPOST.com- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Provinsi Riau Zul ikram M.Pd, diduga lemah dalam melakukan pengawasan, seakan terkesan tutup mata.

Hal tersebut terbukti dengan belum adanya tindakan tegas terkait pemberitaan dari beberapa media online yang ada di kabupaten Siak.

Sebelumnya, baik pemberitaan di online mengenai adanya dugaan pungli yang di lakukan oleh kepala sekolah SMA Negeri 3 Tualang, Indrawati,.S.Pd. Diduga keras melakukan pungli di sekolahnya sendiri.Dan juga kurang transparan dalam pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Tahun 2018-2019 dan Tahun 2020.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) DPC Kabupaten Siak, NN (Nama samaran) . NN akan mendampingin kasus ini sampai ke jalur hukum sesuai undang – undang yang berlaku.

“Kita akan lihat sampai di mana kepala sekolahnya tersebut di lindungin oleh oknum – oknum Kadisdik provinsi Riau,”ujar Rudi nama samaran.

“Kepala dinas harusnya mengambil tindakan tegas jangan mengabaikan hal-hal seperti ini,karena merugikan banyak orang, cuman mengutungkan oknum-oknum yang berbuat jahat dan memperkaya diri sendiri,”Jelas Rudi.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 pasal 4 (empat) di sebutkan 15 poin larangan bagi pegawai negeri sipil (PNS), salah satunya adalah,
Menyalahgunakan wewenang.Menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan/atau orang lain dengan menggunakan kewenangan orang lain.

👉Peraturan permen Dinknas No 13 Tahun 2007 Tentang Standar kepala sekolah.

👉 UU Presiden No 87 Tahun 2016 tentang satuan Sapu bersih Pugutan Liar
( Saber pungli).

Ia mengatakan, kepala sekolah SMA Negeri 3, Perawang mengabaikan undang-undang tersebut, sehingga melakukan pungutan liar (Pungli).

“Kepala sekolah dan komite sekolah bekerjasama melakukan hal yang merugikan banyak orang (Pungli),”ucapnya.

Kadisdik provinsi Riau tidak menanggapi dan juga tidak mempedulikan kasus pungli yang dilakukan oknum kepala sekolah SMA Negeri 3 Perawang Indrawati,.S.Pd.

Baca Juga : AKP Moch Mukid: Kasat Resnarkoba Polres Jombang Pimpin Apel Siaga On Call

“Media terus mengulas kembali pemberitaan beberapa kali namun Kadisdik provinsi Riau kerkesan tutup mata tidak mau tau Atas perilaku dugaan kepala sekolah melakukan Pungli,”katanya.

Melati yang seorang siswa menjelaskan kepada media, pihak sekolah meminta uang kegiatan siswa sebesar Rp.120.000/ Siswa selama enam bulan. Kepala sekolah juga  memaksa siswa untuk membeli buku lembaran siswa ( LKS ) 11000 / Lks di mini market miliknya sendiri.

“Siswa-siswi di suruh mengambil di tempat mini markat milik kepala sekolah sendiri.

“Uang perpisahan sudah di kembalikan tapi pihak sekolah memotong Rp.50.000 / siswa.Dengan dalih uang tersebut diberikan medali kepada guru – guru dan kepala sekolah, padahal kami belum tau apakah sudah di belikan atau belum.Pihak sekolah kami, meminta uang atribut sekolah dengan persiswa Rp.70.000/ siswa, tapi atribut tersebut kadang kami beli di luar, pakai uang kami sendiri,”ucap Melati.

Penyaluran dana bantuan operasional sekolah untuk SMA Negeri 3 Tualang sangat Besar

Untuk di di ketahui, penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah untuk SMA Negeri 3 Tualang jumlahnya cukup besar. Pada tahap pertama tahun 2020, pihak sekolah menerima anggaran yang sangat menggiurkan berkisar 600-900 juta pertahunya dengan jumlah Siswa 1000,-.Dana tersebut di arahkan kemana,apakah sesuai kebutuhaan jurnal kegunaan dana BOS sekolah atau di gunakan pribadi ?

Ketika awak media mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas provinsi Riau Zul Ikram.M.Pd, tidak ditanggapin dan tidak merespon, seakan-akan melindungi Kepala sekolah tersebut.

Reporter Sokhiaro Halawa,(Nawacitapost.com)Kab-Siak.