MENINGGAL AKIBAT DITEMBAK OKNUM TNI, IBU KORBAN HARAP DI PROSES SECARA HUKUM

0
121
Illustrasi

Nias Barat, NAWACITAPOST  – Korban penembakan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI, SAMARIUS GULO (23), dikhabarkan meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (8/8) sore.

Korban sempat menjalani perawatan medis selama dua hari Namun nyawanya tak tertolong lagi.

“Diperkirakan Meninggal sekitar pukul 16.42 Wib di RS Polri Kramat Jati,” ujar seorang keluarga korban, Metieli Gulo saat di hubungi Minggu (9/8).

Dikatakan, pihak berwenang akan melakukam autopsi jenazah korban dan
Pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib, supaya diproses secara hukum yang berlaku di NKRI dan Semoga korban mendapat tempat yang baik di sisinya,” pungkas dia.

Sementara pengamatan awak media nawacitapost.com di Desa Lawelu, Kecamatan Ulumoroo, Kabupaten Nias Barat Sumatera Utara (Sumut), Minggu (9/8), keluarga korban telah berangkat ke Jakarta pagi ini.

Pada berita sebelumnya, keluarga korban mengatakan bahwa Oknum TNI yang melakukan penembakan sama anaknya SAMARLIUS GULO agar  pelaku diproses dan insiden penembakan yang menimpa pria asal Nias Barat, itu khabarnya terjadi di Jalan raya Mauk Km9 Kp Cadas, Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (4/8) lalu.

Kamis (6/8) malam, menyambangi pemerintahan Pemerintahan Desa Lawelu dan ibu korban, sekretaris Desa (Sekdes) Lawelu, Famataronia Gulo, membenarkan pihaknya telah menerima informasi tentang penembakan yang diduga dilakukan oknum TNI yang bertugas di Sepatan.

Pihaknya mengutuk keras penembakan itu dan berharap penegak hukum memproses oknum yang melakukan penembakan tersebut dihukuman setimpal sesuai dengan hukum yang berlaku di NKRI.

BACA JUGA : Polda Metro Jaya Amankan Dokter Gigi Gadungan di Bekasi

“Karena sepengetahuan kami korban penembakan ini tidak pernah membuat masalah ketika masih ada di Nias Barat, Kata Sekdes Famataronia.

Terpisah, ibu korban Ina Lius Gulo alias Yatira Nduru (43) dan mempunyai empat orang anak dan kini tinggal di Dusun III Desa Lawelu kecamatan Ulumoroo, kabupaten Nias Barat, tampak begitu shock dan panik dan tampak tak kuasa menahan kesedihannya.

Ia menceritakan jika korban adalah putra sulungnya dan tulangpunggung keluarga dalam membantu biaya sekolah adeknya dan kebutuhan kami sehari hari, jelasnya Ina Lius.

Menurut dia, Anaknya SAMARIUS GULO terkena peluru di bagian leher kiri di Tangerang dan kini dirawat intensif di RS Polri dan ditemani keluarganya.

“Ketika saya mendengar informasi bahwa anak saya telah ditembak, saya sangat shok dan panik. Aplagi kondisi kami di Nias Barat sangat kekurangan (keluarga tidak mampu). Sewaktu kami diminta biaya rumah sakit oleh keluarga yang ada di Tangerang saya panik bahkan sempat pinjam uang berbunga, ke rentenir,” ceritanya.

Ia juga berharap pelaku penembakan putranya mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Diharapkan kepada pihak penegak hukum supaya oknum yang melakukan penembakan  dihukum yang setimpal, supaya menjadi pembelajaran bagi aparat yang lain,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang pemotor bernama Sarmanius Gulo (23), terkapar di Jalan Raya Mauk Kilometer 9 Kampung Cadas, RT 07 RW 02 Desa Karet Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pemuda asal Medan, Sumatera Utara, ini ditemukan warga tergeletak setelah diduga ditembak anggota TNI pada Selasa, 4 Agustus 2020 pukul 20.30 WIB.

Informasi dihimpun, insiden itu bermula kala seorang oknum TNI berpangkat kapten melintas di tempat kejadian perkara (TKP) mengendarai mini bus warna hitam ke arah Mauk. Dari arah berlawanan, Sarmanlius yang mengendarai sepeda motor melintas. Keduanya sempat cekcok. Lantas warga sekitar mendengar letusan senjata api satu kali.
(Yr. H)