Pemkab Siak Gelar Pertemuan dengan PT.IKPP Perawang Update Covid-19 di Tualang

0
331

Siak, NAWACITAPOST – Pemkab Siak mengelar pertemuan dengan PT IKPP dan pihak Kontraktor di Perawang terkait terjadi lonjakan terkonfirmasi Covid -19 di Kecamatan Tualang, Jumat (7/8/2020).

Dimana dalam jangka 10 hari, pasien positif dari klaster Perawang berjumlah 66 terdiri dari warga, karyawan PT IKPP dan subkontraktor.

Pertemuan tersebut di pimpin pejabat Sekretaris Daerah ( Sekda) Setda kab Siak Jamaluddin. Turun hadir Kapolres Siak AKBP doddy F Sanjaya,Kajari Siak Aliamsyah
Asisten I Siak Budhi Yuwono, Kadis Kesehatan Tony Chandra, Upika Tualang dan Pimpinan PT IKPP Hasanuddin The, pimpinan kontraktor.

Jamaluddin menyampaikan pertemuan ini untuk mengambil tindakan- tindakan terkait melonjaknya terkonfirmasi Covid-19 dalam 10 terakhir di Kecamatan Tualang khususnya dari subkontraktor PR IKPP.

“Untuk itu kita mengadakan pertemuan mengambil tindakan – tindakan dengan melonjaknya Covid 19 di Kecamatan Tualang,” katanya. Di dalam pertemuan tersebut lanjut Jamaluddin, PT IKPP untuk sementara waktu memperhentikan penerimaan tenaga kerja dari luar Kabupaten Siak.

BACA JUGA : Menteri PPN/Kepala Bappenas Menerima Kunjungan The Jakarta Japan Club

” Seandainya nanti kalau sudah aman dan dibutuhkan mereka baru menerima karyawan baru dengan syarat pertama harus sudah dilakukan swab di daerah asal,” ungkap Jamaluddin.

Kemudian yang kedua mereka akan melaporkan rencana penerimaan karyawan dari luar tersebut minimal 1 minggu sebelum datang ke pabrik Perawang.Dan perusahaan akan menerapkan protokol kesehatan ekstra ketat bagi karyawan.

“Juga membatasi angkutan tranportasi karyawan sebanyak 50 persen.Kemudian akan membuat tiga titik kendali yaitu Jalan Bunut, jalam Km 11 kemudian Jalan Pasar Perawang. Serta membuat posko di 17 perumahan karyawan,” paparnya.

Terkait pengawasan Pemkab Siak lanjut Jamaluddin, pemerintah bersama Satgas terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dan bagi pengawai yang sakit agar tidak masuk kantor. Selain itu, Pemkab Siak telah mengajukan Perda sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan kepada DPRD Siak.

“Kita berharap akhir bulan Agustus atau awal bulan September, perda tersebut telah disahkan DPRD Siak”. harapnya.

Foto : Humas IKPP PULP AND PAPER PRODACTS, Perawang Mill. Armadi,SE

Saat Nawacitapost.com konfirmasi Humas IKPP PULP AND PAPER PRODACTS, Perawang Mill. Armadi,SE, Jumat (07/ 08/2020) menjelaskan, bahwa regulasi untuk protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan oleh pihaknya tidak berbeda dengan yang dianjurkan Pemerintah. Selain itu secara internal, pihaknya juga menetapkan secara ketat baik pengawasan dan regulasi protokol Kesehatan Covid-19 di dalam perusahaan.

BACA JUGA : Samarlius Gulo Berbaring di RS Polri akibat di Tembak, Sang Ibu Meminta Masalah ini Segera Usut Tuntaskan

Lanjutnya Seluruh mitra perusahaan yang bekerjasama dengan PT IKPP kita lakukan pemeriksaan baik dari segi administrasi sebagai persyaratan dari segi anjuran pemerintah terkait Covid-19 ini. Maka,kita meminta semua kontraktor harus memeriksa asal-usul para tenaga kerja yang masuk ke perusahaan kita dengan melampirkan surat keterangan kesehatan dari daerah asal serta kita lakukan masa karantina bagi para pekerja, kita lakukan rapid Test hingga Swab. Sebelum dia bekerja harus di swab dulu. Hasil swab yang menentukan bisa tidaknya bekerja pekerja yang dimaksud,” jelas Armadi.

Demikian kata Armadi, pihak IKPP tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 dalam mengurangi penyebaran virus Corona.”Hasil rapid test bukan itu saja menjadi regulasi bagi kita, tetapi swab juga turut serta menjadi bahagian penting untuk pemantapan protokol kesehatan Covid-19. Maka, pihak kami selalu aktif berkoordinasi dengan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Siak serta stakeholder lainnya guna penanganan virus ini. Tidak tertutup kemungkinan bahwa virus ini bisa masuk atau menular kepada siapa saja. Namun mudah-mudahan, dengan semakin diperketatnya aturan untuk Protokol Kesehatan di IKPP ini, maka tidak akan ada lagi yang terinfeksi,” pungkas Armadi

Sokhiaro Halawa (Nawacitapost.com,Kabupaten Siak)