Sosialisasi di Tambak Bayan, SAH ‘Disambati’ Terkait Surat Ijo

0
221
Siti Anggraenie Hapsari (SAH) saat sosialisasi visi dan misinya di wilayah Tambak Bayan Surabaya

Surabaya NAWACITAPOST – Tahapan pendaftaran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya semakin dekat.  Tepatnya akan dilakukan pada 4 – 6 September 2020 nanti.

Calon Walikota yang sudah muncul adalah Machfud Arifin karena diusung oleh 8 partai di parlemen Surabaya. Namun untuk bakal Calon Wakil Walikota sudah banyak yang turun ke masyarakat untuk memperkenalkan jati diri sekaligus menyampaikan Visi dan misinya diberbagai kesempatan. Salah satunya Notaris kondang Siti Anggraenie Hapsari.

Saat ini,  Siti Anggranie Hapsari atau yang akrab di sapa SAH, salah satu calon wakil Walikota Surabaya gencar melakukan sosialisasi.  Seperti kemarin,  Rabu (5/8/20), yang dilakukannya di kawasan Tambak Bayan, Alun-alun Contong Surabaya.

Menyapa warga Tambak Bayan, menurut SAH bukan hanya sekedar melakukan kunjungan,  tetapi ada dialog dengan tentang berbagai permasalahan yang terjadi di kawasan itu.

Salah satu dialog yang cukup menarik, ketika membahas tentang Lahan Hijau (Surat Ijo). Warga sangat antusias mendengarkan penuturan SAH, yang juga Notaris Senior sekaligus menjabat Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah Jatim.

SAH menuturkan, tanah disurabaya yang tercatat surat ijo ada di 23 kecamatan, salah satunya ada dikawasan itu. Juga di beberapa di kecamatan lain.

“Secara historis di atas lahan yang bersertifikat hijau itu, awalnya di zaman Belanda banyak dibangun rumah untuk karyawan. Berdasarkan peta tanah yang ada, kalau tanah itu pemiliknya tidak jelas, serta-merta Pemkot Surabaya melalui Dinas Tanah menyatakan tanah itu sebagai tanah HPL (Surat Ijo red).” Terangnya.

“Tanah yang berstatus surat ijo ini, ada di banyak kelurahan. Ada 46.811 orang warga Surabaya yang memegang surat ijo. Tanah surat ijo itu luasnya sekitar 1.200 hektar, menyebar di 23 kecamatan. Tanah surat ijo itu terdiri dari 46 ribu persil yang dihuni sekitar 400 ribu jiwa,” Lanjutnya.

“Tanah yang berstatus surat ijo itu nanti nya bisa berubah statusnya jika pemkot mengajukan permohonan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau stack holder terkait. Intinya jika nanti masyarakat surabaya memberikan amanah kepada saya, insya allah nantinya saya akan pikirkan hal ini,” imbuh SAH.

Pada kesempatan itu,  SAH juga menyalurkan bantuan berupa puluhan paket sembako serta peralatan cuci tangan kepada masrakat Tambak Bayan. Harapannya,  warga tetap sadar pentingnya kesehatan serta menjaga kebersihan, di situasi pandemi yang masih belum reda ini. (BNW)