Wakil Walikota Bandar Lampung, Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Video Viral

0
429
Wakil Walikota Bandar Lampung, Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Video Viral

Bandar Lampung,NAWACITAPOST.com- Tiga perwakilan Pimpinan Perhimpunan Advocat Pro Demokrasi Lampung yang datang ke Bawaslu Kota Bandar Lampung yakni Muhammad Junaidi, Hengky Irawan dan Agus Tomi, melaporkan wakil walikota Bandar Lampung, Yusuf Kohar yang juga bakal calon (balon) walikota Bandar, terkait video viral yang tersebar dimasyarakat beberapa hari yang lalu, Selasa, 04/08/2020

Pihaknya melaporkan Yusuf Kohar karena menginginkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) berjalan jujur dan bersih. Ucap Junaidi kepada media.

Kami ingin mengetahui sejauh mana Bawaslu Kota Bandar Lampung mengimplementasikan Surat Edaran dari Bawaslu RI Dengan Nomor surat : 0266/K.BAWASLU/PM.00.00/04/2020 tentang Pencegahan Tindakan Pelanggaran, termasuk terkait dengan pelaksanaan pemberian bantuan Covid-19 untuk menghindari politisasi, Dan juga diperkuat Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/1431/01/2020 tentang Larangan Bantuan Sosial Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Baca Juga : Kini Presiden Jokowi Mempunyai Empat Cucu

Junaidi, Menambahkan “Di tengah Pandemi Covid 19 saat ini jangan dijadikan ajang untuk politisasi. Apalagi dalam video yang beredar itu ada kalimat, bapak Yusuf Kohar sebagai wakil walikota dengan seragam lengkap, dan dia mengakui sedang sosialisasi (Pilkada),” katanya.

“kami ingin Pilkada ini jujur dan bersih. Karena itu kita laporkan pak Yusuf Kohar atas dugaan pelanggaran pasal 71 UU 10 Tahun 2016 dan pasal 76 UU 9 Tahun 2015. Kita tidak mau Bandar Lampung ini rusak karena sembako atau money politik,” tandas junaidi

“Ini bentuk kasih sayang kita terhadap pak Yusuf Kohar, kita ingatkan, agar jangan ada politisasi bansos dalam Pilkada. Kita dukung pencalonannya maka kita ingin ketegasan Bawaslu agar hal seperti ini (indikasi politisasi bansos di Pilkada) tidak terulang kembali, tidak hanya untuk pak Yusuf Kohar, semua calon nantinya harus menjaga Pilkada yang bersih,” (*)

Koresponden : Ashari Hermansyah